SUKABUMI – Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Otista, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi mengisi akhir pekan mereka dengan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (11/8) hingga Sabtu (12/8) itu diisi dengan berbagai kegiatan kepramukaan.
Pantauan Radar Sukabumi, para siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sebab ini merupakan kegiatan pertama setelah sebelumnya dua tahun kegiatan Perjusa di SDN Otista Vakum karena Covid-19.
“Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya hanya saja, dua tahun kemarin kita vakum karena Covid-19 dan baru tahun ini bisa kembali dilaksanakan,” terang Plt Kepala SDN Otista, Fahruddin saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/8).
Adapun kegiatan Perjusa bertujuan agar para siswa bisa lebih mandiri dan dapat meningkatkan kreativitas, inovatif dan bertanggung jawab sehingga diharapkan para siswa nantinya memiliki bekal di dunia pendidikan khususnya pramuka, sehingga siswa bisa berkontribusi kepada negara.
“Melalui kegiatan ini tentunya diharapkan lulusan siswa SDN Otista menjadi anak-anak yang terbaik dan memiliki pengalaman terampil kepramukaan minimal untuk bekal nanti ketika lanjut ke SMP,” imbuhnya.
Masih kata Fahruddin, kegiatan Perjusa ini nantinya untuk mempersiapkan siswa mengikuti peringatan Hari Pramuka Ke-68 tingkat Kecamatan Citamiang yang akan dipusatkan di SDN Pakujajar CBM. Rencananya SDN Otista akan mengirimkan dua regu putra dan putri.
Sementara itu, Ketua Perjusa SDN Otista Euis Atikah menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1-VI. Namun untuk Perjusa hanya diikuti oleh siswa kelas 4,5 dan 6 sementara untuk kelas 1,2 dan 3 hanya mengikuti Perkemahan sehari (Persami).
“Khusus kelas 1-3 itu mereka hanya mengikuti perkemahan 1 hari jadi tidak ikut menginap yang menginap hanya siswa kelas 4,5 dan 6 saja kegiatannya dilakukan di sekolah,” ucapnya.
Ketua Pelaksana Amalia juga menambahkan, kegiatan Perjusa tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya hanya saja tahun ini peserta terlihat lebih antusias karena mungkin sebelumnya kita tidak melaksanakan karena pandemi itu.
Adapun selama perkemahan berlangsung para siswa akan mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan seperti materi tentang yel-yel PBB, melakukan kegiatan di pos-pos yang sudah disediakan dan acara puncaknya sendiri yaitu kirab lilin dan diakhiri dengan renungan malam.
“Kita ada kirab lilin dengan menelilingi sekitaran lingkungan sekolah saja dan teakhir ada renungan malam yaitu acara tausiyah dan salat tahsjud sehingga diharapkan anak-anak lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya. (wdy)




