NASIONAL

Penjelasan YLKI Soal Isu Galon Bekas Pakai Bisa Rugikan Konsumen, : Tidak Masalah Selama Ada Garansi

×

Penjelasan YLKI Soal Isu Galon Bekas Pakai Bisa Rugikan Konsumen, : Tidak Masalah Selama Ada Garansi

Sebarkan artikel ini
Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tubagus Haryo
Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tubagus Haryo

JAKARTA — Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tubagus Haryo menilai isu kepemilikan galon bekas pakai yang dapat merugikan konsumen dalam pembelian galon pakai ulang tidak begitu menjadi soal selama ada garansi dari pengusaha bahwa galon bekas yang akan diisi ulang adalah galon yang baik.

“Saya kira tidak menjadi soal, selama ada garansi dari pengusaha bahwa galon bekas yang akan dipakai lagi diisi ulang kembali galon yang baik, tentunya melalui proses pencucian ulang dan kembali disegel. Hasil produksi terpantau baik dari sisi kebersihan dan kesehatannya tidak masalah, karena memang ada beberapa jenis plastik yang memang bisa dipakai ulang, “terangnya.

Bank bjb Tandamata

Hanya saja Tubagus menjelaskan, semisal tumbler platik sebagai kemasan, makanan maupun minuman itu harus memenuhi beberapa syarat. misalnyanya Food Green atau kemasan yang bisa dipake berulang kali itu biasanya ada seperti gambar segitiga angka tertentu. Hal ini ini biasanya harus disampaikan kepada masyarakat, bahwa memang plastik yang dipakai ini bisa dipakai berulang kali, bukan plastik sekali pakai.

“Beberapa tumbler seperti itu tuh, misalnya kalau air minum kemasan kecil biasanya sekali pakai langsung dibuang. Namun, ketika ada tumbler yang terbuat plastik dan ada tanda plastik bisa dipake berulang saya kira itu tidak masalah, “jelasnya.

Saat ditanya soal Apakah YLKI memiliki data atau laporan mengenai konsumen yang merasa dirugikan karena membeli galon bekas pakai yang seharusnya adalah galon baru, menurut sepengetahuannya belum pernah ada, karena ketika konsumen produk tertentu dan dinyakini memang harus menukarkan galon bekasnya dengan galon yang sudah terisi tidak menjadi soal.

“Yang mungkin dipersoalkan ketika si konsumen mengisi air ulangnya di kadang-kadang ada konter yang di jalan itu, apakah ada pantauan resmi atau tidak. Misalnya apakah memang depot pengisian ulang tersebut berafiliasi dengan pelaku usaha merk brand tertentu atau tidak itu yang harus diselediki, “cetusnya

“Sehingga tahu cara mencucinya kadang kadang semacam sikat dan besi saja, nah itu mungkin berbahaya dan airnya tidak lagi berkualitas, “tambahnya.

Kemudian soal apakah produsen galon seharusnya memberikan galon baru kepada konsumen saat pembelian perdana, YLKI menilai pelaku usaha sudah mediclear buat galon sendiri milik dari perusahaan. Sehinga itu adalah kewenangannya, dan ketika konsumen membeli air itu tentu tahu dengan konsekwensinya, kalau sepanjang itu tidak muncul masalah tentu tidak jadi masalah di masyarakat.

“Nah, ketika pelaku usaha sampai ke ditributornya memperlakukan galon tersebut dengan baik, misalnya ketika dia memajangnya tidak terpapar sinar matahari langsung, ketika  menyimpan terhindar dari nikel yang berbau tajam, kualitas terjaga sampai distributor dan pengecer itu tidak masalah, “terangnya.

“Ini tentu harus ada pendidikan juga kepada distribuotor ke pengecer termasuk pendidikan kepada konsumen. Jadi ketika dia akan membeli air dalam galon sudah tahu bahwa galon ditributornya ini masa kena matahari, jadi konsumen harus berani menganalisi sebelum membeli airnya sendiri. Dan YLKI sudah menyampaikan itu kepada distributor,”tambahnya.

Bahkan YLKI pernah menyarankan bahwa memang walaupun itu galon bekas, tetapi dalam kurun waktu tertentu secara priodik pengusaha manarik botolnya. Tentu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah ketika galonnya sudah tidak lanyak masih digunakan, tentu saran YLKI harus segera didaur ulang.

“Galon Plastik kan pasti ada masa expayer atau kadaluarsanya. Jadi kami sarankan untuk mengganti Galon dalam waktu yang sudah ditentukan, “jelasnya.

Soal isu terkait dugaan bahwa produsen sengaja menutupi fakta penjualan galon bekas pakai demi keuntungan mereka sendiri, YLKI sendiri tidak bisa berasumsi sepanjang belum ada bukti. Namun, jika ada bukti-bukti hal tersebut tentu YLKI akan bersikap.

Sarankan Pemerintah Bikin Regulasi

Apakah YLKI memiliki saran atau rekomendasi kepada produsen galon untuk menghindari penjualan galon bekas pakai tanpa penjelasan kepada konsumen?. YLKI sendiri sebetulnya sudah menyarankan agar polemik galon ini diselesaikan oleh negara.