Pemerintah Kota Sukabumi

Dinkes Kota Sukabumi Sudah Tes HIV 6.006 Warga

×

Dinkes Kota Sukabumi Sudah Tes HIV 6.006 Warga

Sebarkan artikel ini
Kantor Dinkes Kota Sukabumi
Kantor Dinkes Kota Sukabumi

SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2023 terdapat sebanyak 6.006 dilakukan pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Hal ini, dilakukan sebagai bentuk salah satu upaya dekteksi dini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, drg Wita Darmawanti menjelaskan, dari jumlah total pemeriksaan yang dilakukan terdapat sebanyak 93 positif mengidap HIV. “Adapun, dari 93 yang positif ini rinciannya yakni, 35 kasus merupakan warga Kota Sukabumi dan 59 orang dari luar kota,” kata Wita kepada Radar Sukabumi, Kamis (27/7).

Bank bjb Tandamata

Wita menerangkan, apabila melihat dari data yang ada jumlah kasus terbanyak ditemukan pada Juni yang jumlahnya mencapai 21 kasus positif mengidap virus mematikan tersebut.

“Pada Januari kami melakukan tes sebanyak 1.015 dan 18 positif, Februari melakukan tes 1.181 dan 19 positif, Maret 1.146 tes dan 11 positif, April melakukan tes terhadap 1.962 dan 15 orang positig, Mei dites 947 dan 9 positif serta pada Juni melakukan tes terhadap 876 dan 21 diantaranya positif,” terangnya.

Menurutnya, kasus HIV/AIDS saat ini masih didominasi LSL dan disusul pasangan Risti. “Kami terus berupaya melakukan tes HIV/AIDS untuk menemukan kasus sejak dini sehingga bisa mempercepat penanganan,” ucapnya.

Terkait edukasi, selain dilakukan Dinkes juga digencarkan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Sukabumi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap HIV/AIDS. “Kami terus berupaya melakuka edukasi kepada masyarakat guna menekan penyebaran kasus tersebut,” bebernya.

Ia menambahkan, tes tersebut sangat penting dilakukan untuk bisa mendeteksi dini agar terkontrol. Stigma dan diskriminasi masyarakat kepada pengidap HIV/AIDS masih harus dihilangkan.

“Karena itu, masih butuh banyak edukasi dan sosialisasi dan butuh kolaborasi dengan semua pihak. Kami himbau masyarakat agar bisa menjauhi prilaku yang berisiko seperti penggunaan Napza suntik dan kegiatan seksual menyimpang,” pungkasnya. (bam)