LEMBURSITU – Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tingkat Kota Sukabumi disi dengan kegiatan bersih-bersih sungai dan penanaman pohon di sekitar kawasan Sungai Cimandiri, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Rabu (5/7).
Acara bertajuk “Beat Plastic Pollution : Go Clean Our River” ini dipimpin langsung Walikota Sukabumi Achmad Fahmi dan dihadiri sekitar 250 orang petugas gabungan lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan relawan.
“Bersyukur, pada 5 Juli yang diperingati sebagai hari lingkungan hidup sedunia ini, dilakukan aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon yang digagas Dinas Lingkungan Hidup. Khusus tema peringatan tahun ini, yakni polusi plastik jadi fokus di seluruh dunia. Sebab menduduki peringkat jadi sampah paling banyak di wilayah,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dalam sambutannya.
Lanjut dia, plastik jadi bahan yang sulit diurai dalam konteks sampah. Sehingga aksi kali ini, sebagai upaya mengantisipasi dan mengendalikan sampah plastik tersebut.
Menurut Fahmi, ada tiga isu sentral terkait lingkungan di Kota Sukabumi yakni persampahan, kualitas air dan kebencanaan.
“Berkumpulnya kita di hari lingkungan hidup sedunia ini, agar tiga isu bisa terpecahkan bersama dengan pergerakan untuk mengatasinya,” tambah Fahmi.
Ia pun menyinggung soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang juga kritis, karena hampir penuh dan harus ada upaya memilah sampah. Aparatur harus jadi contoh dalam memilah sampah dan lakukan sosialisasi.
“Persoalan tersebut tidak hanya dibebankan kepada satu dinas tapi kolaborasi. Dengan semangat kolaborasi kuatkan kebersamaan agar isu lingkungan hidup dapat dilakukan percepatan penanganan. Selamat hari lingkungan hidup se-dunia dan semoga kita semua jadi duta lingkungan hidup,”imbuhnya.
Sekretaris DLH Kota Sukabumi Susiana menambahkan, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup se-dunia ini, tidak hanya menggelar aksi bersih bersih sungai dana penanaman pohon saja, melainkan memberikan edukasi dan contoh kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.
“Jangan sampai, akibat membuang sampah ke sungai, terjadi dampak yang merugikan orang banyak,” pungkas dia. (Iki/t)






