JAKARTA — Efek fisik atau tubuh dari stres dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan Anda. Stres adalah respons fisiologis dan psikologis alami terhadap situasi yang menantang atau menuntut.
Stres dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk tekanan terkait pekerjaan, masalah hubungan, masalah keuangan, masalah kesehatan, dan perubahan besar dalam hidup seperti pindah rumah, menikah, atau memiliki anak.
Melansir dari laman Sporteskeeda, ketika tubuh mengalami ketegangan, itu memicu serangkaian respons fisiologis yang kompleks. Hipotalamus di otak melepaskan hormon yang disebut hormon pelepas kortikotropin (CRH), yang merangsang kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon adrenokortikotropik (ACTH).
Hormon ini kemudian memberi sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepaskan kortisol dan hormon lainnya ke dalam aliran darah. Hormon-hormon ini mempersiapkan tubuh untuk merespons ancaman yang dirasakan dengan meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan.
Menavigasi efek fisik dari stres pada tubuh
Merasa stres adalah respons alami terhadap situasi menantang yang dapat bermanfaat dalam dosis kecil.Itu dapat membantu kita tetap waspada dan fokus, dan bahkan memotivasi kita untuk mengambil tindakan.
Namun, itu dapat berdampak signifikan pada kesehatan dan kesejahteraan fisik kita. Stres dapat merusak tubuh kita dalam banyak hal. Ini dapat menyebabkan gejala fisik seperti sakit kepala, ketegangan otot, dan kelelahan.
Selain itu juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat kita lebih rentan terhadap penyakit dan penyakit. Stres kronis telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes.(*)






