KABUPATEN SUKABUMI

PUPR Bangun DPT di Lokasi Tebing Longsor di Tanjakan Sukawayana Cisolok

×

PUPR Bangun DPT di Lokasi Tebing Longsor di Tanjakan Sukawayana Cisolok

Sebarkan artikel ini
Suasana ruas jalan nasional Palabuhanratu - Cisolok, tepatnya di tanjakan cagar Alam Sukawayana yang berlokasi di desa/ Kecamatan Cikakak, kabupaten Sukabumi akan dibangun DPT. (FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Suasana ruas jalan nasional Palabuhanratu - Cisolok, tepatnya di tanjakan cagar Alam Sukawayana yang berlokasi di desa/ Kecamatan Cikakak, kabupaten Sukabumi akan dibangun DPT. (FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI —  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui PJN2 PPK 2.2 Provinsi Jawa Barat tengah melakukan pekerjaan penanganan tebing yang sebelumnya beberapa bulan lalu longsor mengakibatkan kondisinya kembali rawan.

Para pengendara yang melintas di ruas jalan nasional Palabuhanratu – Cisolok, tepatnya di tanjakan cagar Alam Sukawayana yang berlokasi di desa/ Kecamatan Cikakak, kabupaten Sukabumi harus berhati hati dan waspada.

Bank bjb Tandamata

Pengawas Lapangan PJN2 PPK 2 Provinsi Jawa Barat Khoerul mengatakan, penanganan yang akan dilakukan sebagai tindak lanjut dari tebing longsor tersebut yakni dengan pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT ).

Dimana dalam prosesnya, kata Khoerul lagi DPT yang akan dibangun di area tebing longsor tersebut berdasarkan rencana akan memiliki struktur dengan panjang 25 meter, tinggi kurang lebih 3,5 meter.

“Untuk penaganan atas safetynya kita akan pasang matras setinggi 25 meter, untuk lebarnya sama 25 meter,” ujarnya.

Lanjut Khoerul, adapun untuk rencana pelaksanaan pengerjaan oembangunan dari DPT tersebut akan memakan waktu kurang lebih 4 bulan, namun begitu hal itu melihat situasi dan kondisi dilapangan.

“Saat ini sudah dilakukan persiapan perencanaan, alhamdulillah persiapan perizinan perizinan lokasi cagar alamnya dengan BKSDA sudah selesai, sekarang sudah mulai prepare, kita mulai pekerjaan dari bawah dulu,” terangnya.

Guna mendukung proses pengejaan berjalan sesuai rencana, dan harapan masyarakat, pihaknya sebelumnya melakukan penebangan pohon terlebih dahuli, karena masih terdapat beberapa pohon yang terkena dampak

“Dari pelaksanaan pekerjaan ini, kita akan melakukan penebangan kurang lebih ada 30 pohon dari atas tebing yang tanahnya longsor ini,” bebernya.

Masih kata Khoerul, untuk itu dampak adanya pengerjaan pembangunan DPT tersebut, meminta masyarakat ataupun para pengendara yang melintas untuk selalu berhati hati dan waspada mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

“Iya pastinya selama pengerjaan aktivitas lalu lintas akan terganggu, kami sudah mekakukan koordinasi dengan pihak kpolisian, Polsek maupun Polres, untuk pengamanan lalu lintasnya, bahkan kemungkinan nanti diberlakukan satu arah dengan sistem buka tutup,” ucapnya.

“Bagi masyarakat pengguna jalan mohon maaf jika perjalanan lalu lintasnya terganggu dengan adanya pelaksanaan pekerjaan ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tebing di area cagar alam Sukawayana tersebut telah beberapa kali terjadi longsor dan terakhir terjadi Februari 2022 lalu, bahkan saat itu material longsoran sempat menutup setengah jalan, hingga kendaraan yang melintas sistem buka tutup. (ndi/d)