SUKABUMI – Kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak, mendapat atensi besar dari berbagai pihak. Meskipun kasus tersebut belum ditemukan di Kota dan Kabupaten Sukabumi, tapi kewaspadaan harus terus ditingkatkan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi sudah menunjuk RSUD R Syamsudin SH atau biasa disebut RS Bunut sebagai rumah sakit rujukan jika terdapat kasus.
“Ditunjuk RS Bunut sebagai rujukan, karena memiliki ruang hemodialisa dan SP anak. Tapi, semua rumah sakit sudah kita kirimkan surat agar lebih waspada dan sistem rujukannya,” aku Kadinkes Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih kepada Radar Sukabumi, kemarin (19/10).
Menurutnya, gagal ginjal adalah efek akhir dari suatu penyakit yang penyebabnya sangat banyak. Pihaknya terus melakukan update informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kasus tersebut. “Seperti juga waktu Covid-19, informasinya selalu berubah seiring bertabahnya penelitian dan temuan. Makanya, kami terus memantau informasi dan terus siaga jiga ada temuan,” tambahnya.
Sementera itu, Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi mengaku, berdasarkan hasil koordinasi dan pemantauan dilapangan, sejauh ini di Kabupaten Sukabumi belum mendapat ada laporan anak ataupun yang mengalami penyakit gagal ginjal.
“Ahamdulillah masih aman. Ini juga perlu koordinasi, salah satunya kami sejak beberapa hari lalu menghubungi dokter spesialis anak,” jelasnya.
Sementara untuk memantau peredaran obat-obat jenis sirup yang dilarang oleh Kemenkes, jajaran Dinas Kesehatan akan terus melakukan koordinasi dengan Puskesmas, Rumah Sakit, Apotek hingga dokter spesialis anak.
“Upaya lain yang dilakukan terus menerus mensosialisasikan penyakit ini baik kepada Nakes, maupun masyarakat. Dengan petunjuk dari surat edaran Kemenkes, menganjurkan Nakes dan masyarakat untuk lebih aware, dan menghimbau masyarakat untuk waspada, tapi jangan panik,” tandasnya. (cr2/t).






