KOTA SUKABUMI

DKP3 Kota Sukabumi Lakukan Gertabe U Kensi, Manfaatkan Pekarangan

×

DKP3 Kota Sukabumi Lakukan Gertabe U Kensi, Manfaatkan Pekarangan

Sebarkan artikel ini
DKP3 Kota Sukabumi
Kepala DKP3 Kota Sukabumi Andri Setiawan saat membagikan bibit cabai kepada sejumlah pelajar

SUKABUMI— Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi yang menginisiasi Gerakan Tanam Cabe Untuk Kendalikan Inflasi (Gertabe U-Kensi). Hal itu dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan warga. Salah satunya dengan menggerakan masyatakat untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam cabai.

”Cabai atau cabe merupakan salah satu bahan pangan strategis yang memiliki fluktuasi harga yang besar sehingga kerap kali menjadi salah satu penyebab inflasi. Oleh karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut, Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Sukabumi menginisiasi Gertabe U-Kensi, ” ujar Kepala DKP3 Kota Sukabumi Andri Setiawan, Kamis (13/10).

Bank bjb Tandamata

Gerakan ini kata Andri, merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan cabai di masyarakat. Melalui sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumahnya.

Andri menambahkan, saat ini pihaknya sudah membagikan sekitar 400 bibit cabai secara simbolis kepada aparat kelurahan, ibu-ibu PKK, siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD). Diharapkan gerakan tanam cabi dapat dioptimalkan disetiap pekarangan rumah.

Sehingga dengan meningkatnya ketersediaan cabai dapat mencegah terjadinya inflasi. Di sisi lain warga dapat memenuhi kebutuhan sayuran terutama cabai merah dari hasil panen tanaman cabai di pekarangan rumahnya.

Sebelumnya, Kota Sukabumi terus menggencarkan optimalisasi pekarangan rumah untuk memproduksi sayuran dan tanaman pertanian lainnya. Langkah tersebut untuk mendorong ketahanan keluarga berbasis rumah tangga.

Upaya tersebut ditandai dengan peresmian rumah bibit dan kebun demplot pekarangan pangan lestari (P2L) di Kelompok wanita tani (KWT) Az Zahra Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Rabu (24/8) lalu.

Andri mengatakan, ada 13 lokasi pengembangan rumah bibit P2L. Lokasinya tersebar di sejumlah kecamatan dengan melibatkan sejumlah kelompok tani.

”Program akselerasi pangan rumah tangga ini dengan mendorong kelompok tani dalam meningkatkan ekonomi warga,” kata Andri. Khususnya dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga. (cr3/t)