SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi menyebabkan Jembatan Jayaniti yang berada di Gang Jayaniti, Kampung Babakan Jampang, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, menjadi terputus pada Jumat (7/10) kemarin. Hal tersebut akibat tembok penahan tanah (TPT) yang menjadi pondasi jembatan amblas akibat gerusan air sungai.
Peristiwa tersebut memantik perhatian sejumlah pihak, mulai dari anggota DPR RI Mohammad Muraz, PMI Kota Sukabumi dan anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani. Ketiga pihak tersebut secara khusus mengunjungi lokasi kejadian bencana pada Sabtu (8/10) pagi.
Anggota DPR RI Mohammad Muraz mengatakan, putusnya Jembatan Jayaniti disebut akibat bencana alam. Untuk itu, perlu perhatian dan penangana serius oleh Pemda Kota Sukabumi dan dinas terkait dalam menangani kejadian tersebut. Terlebih lagi jembatan tersebut satu-satunya akses penghubung warga sekitar.
“Jalan ini bagi masyarakat menjadi jalan utama, walaupun tidak dipakai untuk kendaraan roda empat tapi cukup vital untuk lalu lintas masyarakat yang menggunakan sepeda motor,” kata Muraz kepada Radar Sukabumi.
Untuk itu, Mantan Walikota Sukabumi menyarankan kepada Pemda Kota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi untuk mengeluarkan dana tidak terduga. Dana tersebut digunakan untuk penanganan pascabencana alam yang terjadi, salah satunya perbaikan infrastruktur.
“Saya kira kewajiban Pemda Kota Sukabumi mengeluarkan dana tidak terduga. Jadi tidak usah lelang. Gunakan dana tersebut segera perbaiki. Itu akan kita sarankan ke Pemda kota sukabumi. Saya akan sarankan ke wali kota dan DPRD,” tegas Muraz.
Terkait evaluasi, Muraz menyerahkan sepenuhnya kepada pihak teknis terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum. Namun, secara pribadi Muraz mengatakan, perlu adanya besi untuk menopang jembatan tersebut. Sebab jembatan tersebut hanya bertengger pada pondasi TPT. Kondis lainnya, sungai tersebut sangat dalam, curam dan air sungai yang deras.
“Sungai ini sangat dalam, sangat jurang dan rawan. Harus ada besi ke bawah untuk menahan jembatannya. Ini kan hanya menggunakan pondasi TPT. Tapi sekali lagi, ini orang teknis yang lebih tahu,” papar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi.
Lebih lanjut, Muraz memberikan imbauan kepada warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Jayaniti agar waspada dan berhati-hati ketika terjadi hujan deras. Sebab hal tersebut kerap kali berpotensi bencana alam seperti banjir dan longsor.
“Saya mengimbau agar warga masyarakat setempat waspada jika terjadi cuaca yang kurang baik seperti hujan deras karena ada potensi-potensi bencana alam seperti yang terjadi kemarin. Khawatirnya ada pergeseran tanah yang diakibatkan gerusan air sungai,” imbaunya.
Di tempat yang sama, Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo mengatakan, pihaknya akan selalu siap siaga memberikan bantuan penanganan jika terjadi bencana alam.
“Yang pertama, kami turut prihatin atas terjadinya sejumlah bencana alam yang terjadi di Kota Sukabumi. Ada 22 kejadian bencana alam. Dan kami pun, PMI Kota Sukabumi selalu siap memberikan bantuan, membantu Pemerintah Kota Sukabumi yang dalam hal ini BPBD,” kata Suranto.
Dalam penanganannya, lanjut Suranto, PMI Kota Sukabumi memiliki unsur relawan SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) yang ada di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi. “SIBAT PMI Kota Sukabumi itu jumlahnya cukup banyak. Selalu ada di tujuh kecamatan. Jadi ketika ada bencana, bisa langsung berkoordinasi dengan relawan SIBAT,” tutur Suranto.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani mengatakan, terputusnya jembatan Jayaniti pada Jumat (7/10) kemarin adalah kejadian kali kedua. Yang pertama terjadi pada 2018 lalu dengan kasus yang sama. Danny pun menyoroti adanya pembangunan perumahan dan kaplingan di wilayah atas menyebabkan air yang turun menjadi deras.
“Harus ada pengaturan yang ke depannya terencana. Sebab sejak adanya pembangunan perumahan dan kapling di atas, air yang turun ke sini luar biasa banyak. deras. Jadi selain harus segera ditanggulangi oleh BPBD, dan juga ke depannya perencanaan di APBD terkait dengan pembangunan infrastruktur harus dipersiapkan lebih lanjut,” kata Danny.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi juga merespons terkait dana tidak terduga untuk penanganan pascabencana yang dimaksud Muraz. Pihaknya berjanji akan mendorong Pemda Kota Sukabumi agar segera mengalokasikan dan segera menggunakannya.
“Nanti kita akan dorong (dana tidak terduga) ke Pemda Kota Sukabumi seperti yang kita lihat di lapangan. Mudah-mudahan segera diperbaiki. Ini kejadian yang kedua kali. Dan permasalahannya arus dari sana sangat deras dan curam. Artinya penanganan hulu dan hilirnya harus tepat. Dan memang kalau dilihat lebar sungai disini perlu dipikirkan, perlu diperlebar,” pungkas aleg dari Dapil I. (izo)




