BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Bikin Bangga, Atlet Arung Jeram Asal Cikidang Sukabumi Juara 1 di Bosnia 

×

Bikin Bangga, Atlet Arung Jeram Asal Cikidang Sukabumi Juara 1 di Bosnia 

Sebarkan artikel ini
Lima atlet arung jeram asal Kecamatan Cikidang
KOMPAK : Lima atlet arung jeram asal Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukanumi saat menyanyikan lagu Indonesia Raya setelah meraih juara I pada Kejuaraan Arung Jeram Dunia pada kelas Head to Head di Bosnia.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Lima atlet Cabang Olahraga (Cabor) Arung Jeram asal warga Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi yang menjadi perwakilan Indonesia berhasil menjadi juara 1 dalam Kejuaraan Arung Jeram Dunia pada kelas Head to Head di Bosnia.

Ketua Cabang Olahraga Arung Jeram Kabupaten Sukabumi, Iwan kepada Radar Sukabumi mengatakan, lima atlet berjenis kelamin perempuan yang ikut berlaga pada Kejuaraan Arung Jeram Dunia itu, diketahui bernama Selawati Solihin, Lista Natasya Peniawati, Wulanda Putri Febriana, Siti Nurranti dan Diana Lapanda.

Bank bjb Tandamata

“Lima atlet terbaik kita itu, mengikuti beberapa macam kelas. Seperti kelas Sprint meraih juara ke 4, kelas Head to Head juara ke 1 dan masih banyak lagi kelas lainnya yang belum diikuti oleh mereka. Seperti kelas Slalom dan kelas Down River Race (DRR) di sungai Tara Bosnia,” kata Iwan kepada Radar Sukabumi pada Minggu (29/05).

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, pada kelas Sprint atlet Arung Jeram Kabupaten Sukabumi melawan Nagara Canada, Slovakia dan Negara Japan. Namun, pada kelas Head to Head Indonesia berhasil menjadi juara 1 setelah
melawan Negara Canada.

“Alhamdulillah, tim kita berhasil menang dalam final pada kelas Head to Head Indoseia vs Canada dan langsung mengibarkan bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya langsung berkumandang di Bosnia,” timpalnya.

Sewaktu ia melakukan koordinasi dengan salah satu pelatih altet pelatih arung jeram asal Kabupaten Sukabumi yang bertanding di Kejuaraan Arung Jeram Dunia itu, mereka menjelaskan soal beberapa faktor kendala para atlet.

Diantaranya, perbedaan soal kondisi suhu yang dingin pada arus sungai di Bosnia dengan sungai di Cikidang yang menjadi tempat atau wahana latihan para atlet. Sehingga saat pertandingan para atlet dihadapkan dengan suhu yang dingin.

“Belum lagi, dengan kondisi hujan sehingga kondisi suhu semakin dingin,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kesiapan tim atau atlet Arung Jeram Indonesia mahu tidak mau, mereka harus siap. Karena menurutnya, cukup pada pertandingan hari pertama atlet terbaik Indonesia itu mengalami kegagalan.

Sehingga mereka hanya meraih juara 4 pada kelas Sprint. Hal ini terjadi karena salah satunya faktornya adalah kelelahan dan minim latihan untuk penghapalan jalur atau survai jalur arung jeram. Karena, mereka datang ke Bosnia H-1 sebelum kejuaran dimulai.

“Iya, karena mereka dibatasi dan hanya diberikan dua kali kesempatan berlatih sebanyak 2 putaran. Sehingga ini menjadi kelemahan bagi atlet Indonesia. Tapi kita tidak terlalu menyalahkan mereka soal itu, selain faktor kelelahan juga karena shok dan yang lain itu ada recorvienya,” paparnya.

Namun meski demikian, untuk semangat khususnya untuk tim junior women Kabupaten Sukabumi yang menjadi perwakilan Indonesia untuk bertanding pada Kejuaraan Arung Jeram Dunia, mereka akan tetap siap untuk bertanding demi Indonesia.

“Iya, minta doanya saja dari seluruh warga Kabupaten Sukabumi khususnya, agar lima atlet itu bisa bertanding maksimal. Sehingga mereka bisa membawa nama baik Indonesia di tingkat Internasional,” pungkasnya. (den/d)