JAKARTA — Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI meminta data akurat dari pengambil video viral anggota DPR RI nonton bokep saat rapat di gedung DPR. Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Habiburokhman mengatakan sejauh ini pihaknya masih menunggu laporan terkait kabar tersebut.
“(MKD) menunggu laporan atau setidaknya info yang jelas dan akurat dari orang yang mengambil foto itu,” kata Habiburokhman, Minggu (10/4/2022).
Dia enggan buru-buru berasumsi. Dia mengatakan pihaknya masih belum menerima laporan dan informasi resmi terkait kabar tersebut. “Kita nggak mau berasumsi secara prematur. Sejauh ini kami belum terima laporan atau informasi resmi apapun,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra itu.
Dia menjelaskan mekanisme sidang etik di MKD yakni menerima laporan dahulu, lalu diverifikasi dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, informasi sumir itu dapat diketahui kebenarannya, termasuk siapa pelakunya.
“Prosesnya kita harus terima laporan, baru verifikasi apakah benar kejadiannya, siapa pelakunya, kapan terjadi dan di mana,” kata dia.
“Kalau semua jelas baru proses di MKD bisa berjalan,” imbuhnya.
Dia kemudian mengulas kejadian serupa yang terjadi pada beberapa tahun lalu.
Saat itu, dia menyebut MKD memperoleh informasi yang cukup akurat dari awak media sehingga dapat langsung diproses. “Kasus ini beda dengan yang terjadi beberapa tahun lalu, di mana wartawan yang memergoki dan mengambil foto langsung memberikan informasi resmi yang akurat,” ujarnya.
Beredar viral video singkat yang memperlihatkan seseorang dari tampak belakang tengah memegang telepon seluler atau ponsel yang menampilkan video.






