CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 8,7 miliar untuk pemulihan infrastruktur pasca bencana yang terjadi di Kota Sukabumi.
Anggaran tersebut untuk perbaikan infrastruktur yang menerjang 68 titik. “Masa tanggap darurat bencana akan berakhir pada hari ini, Kamis (2/3) .
Langkah selanjutnya kita akan lakukan perbaikan infrastuktur di wilayah yang terdampak,”ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.
Fahmi mengungkapkan, anggaran sebesar Rp 6,8 miliar untuk recovery infrastruktur di 68 lokasi terdampak itu akan dikhususkan untuk berbagai perbaikan seperti, rumah, tempat ibadah, jalan, jembatan, dan lainnya.
“Anggarannya bersumber dari bantuan Provinsi, APBD Kota Sukabumi, pun dari para donatur. Jadi kita kolaborasikan,”katanya.
Fahmi menargetkan, recovery infrastuktur di seluruh lokasi terdampak ini dapat segera terselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Terkait perbaikan infrastuktur ini telah dikomunikasikan dengan instansi terkat, diharapkan dapat selesai menjelang Ramadan yah,”imbuhnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi per tanggal 21 Februari, Bencana banjir yang terjadi pada Kamis (17/2) lalu telah berdampak pada, rusaknya 3.753 unit rumah warga dengan rincian, rumah rusak ringan 3.493 unit, rumah rusak sedang 173 unit dan rumah rusak berat 87 unit.
Selain rumah warga, bencana juga merusak sarana dan fasilitas umum yakni, 5 unit tempat ibadah dengan rinciannya 2 unit rusak ringan, 2 unit rusak sedang, dan 1 unit rusak berat.
Kemudian, sarana pendidikan sebanyak 4 unit dengan rincian 1 rusak ringan, 1 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak berat, dan 1 unit sarana kesehatan rusak berat.
“Berdasarkan catatan, bencana pada Kamis (17/2) lalu terjadi di 25 kelurahan di tujuh kecamatan di Kota Sukabumi.
Total warga terdampak bencana mencapai sebanyak 4.070 KK yang terdiri atas 12.567 jiwa,”ungkap ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Imran Wardhani. (bal)






