SUKABUMI – Pasca bencana banjir yang merendam ratusan rumah di Kota Sukabumi beberapa waktu lalu, tidak hanya berdampak pada infrastruktur tetapi juga menyisakan trauma psikologis khususnya bagi anak-anak.
Untuk memberikan rasa trauma healing Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi berencana bakal menerjunkan guru psikolog untuk mendampingi para korban bencana banjir khususnya anak-anak.
“Insya Allah secepatnya, karena ini juga perintah langsung dari Wali Kota Sukabumi, nanti rencananya kita bersama-sama guru psikolog atau guru BK berkunjung ke lokasi bencana untuk memberikan trauma healing khususnya panak,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Sukabumi, Mohamad Hasan Asari kepada Radar Sukabumi saat ditemui usai memberikan bantuan kadedeuh kepada siswa korban bencana bajir di SDN Baros Kencana CBM, baru-baru ini.
Dikatakan Hasan, selain memberikan trauma healing juga rencananya para siswa korban bencana banjir akan diajak jalan-jalan menggunakan mobil bandros keliling Kota Sukabumi untuk memberikan hiburan.
Adapun jumlah korban bencana banjir sebanyak 154 pelajar SD, dan 30 pelajar SMP yang menjadi korban bencana banjir di wilayah Kota Sukabumi.
“Alhamdulillah untuk bantuan materi sudah diberikan tinggal trauma healingnya,” ujarnya.
Hasan berharap, dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para korban bencana terutama para siswa dan mereka bisa kembali ceria. (wdy)






