BERITA UTAMA

Peringati HGN di Sukabumi, Rumah Zakat Perangi Stunting

×

Peringati HGN di Sukabumi, Rumah Zakat Perangi Stunting

Sebarkan artikel ini
Asep Suhendar
Relawan inspirasi Rumah Zakat, Asep Suhendar saat menyuapi salah seorang anak di Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/1).

SUKABUMI — Rumah Zakat terus berkomitmen untuk turut serta mendukung program pemerintah dalam mengurangi angka stunting.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk program pemenuhan kebutuhan gizi anak pada hari gizi nasional di Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/1).

Bank bjb Tandamata

Relawan inspirasi Rumah Zakat, Asep Suhendar mengatakan, program desa bebas stunting yang dijalankan Rumah Zakat ini sudah berlangsung dari tahun 2019 lalu.

Di mana, program yang dijalankannya itu dengan memberikan asupan gizi sempurna berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) khsusus setiap pekan tidak kurang pada 25 baduta (bawah 2 tahun) yang masuk kedalam kategori stunting atau rawan gizi, berupa makan sehat dengan menu yang telah di siapkan oleh kader penggerak.

Selain itu setiap bulan diberikan PMT untuk seluruh balita peserta posyandu dan edukakasi pola asuh anak kepada orang tua balita.

“Kita pun rutin memberikan evaluasi perkembangan anak setiap bulan untuk kemudian bisa diambil tindakan penanganan di bulan berikutnya,” ujar Asep kepada Radar Sukabumi.

Tentunya, Rumah Zakat akan terus berkomitmen untuk selalu hadir dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu.

Adapun, keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan para kader penggerak Rumah Zakat dalam hal ini kader Posyandu. Sehingga dilakukan pula edukasi untuk para kader posyandu seperti pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), Asi eksklusif dan lainnya.

“Pada hari gizi nasional ini saya berharap semoga angka stunting dan obesitas di kabupaten sukabumi semakin menurut. Kami dari rumah zakat akan terus bergerak dari tingkat desa terbawah mewujudkan generasi bebas stunting” pungkasnya. (why)