Pemerintah Kota Sukabumi

Diskumindag Kota Sukabumi Kembali Tebar 25.000 Liter Minyak Goreng Murah

×

Diskumindag Kota Sukabumi Kembali Tebar 25.000 Liter Minyak Goreng Murah

Sebarkan artikel ini
Diskumindag Kota Sukabumi
Sejumlah petugas saat memberikan pelayanan kepada masyarakat saat operasi pasar murah minyak goreng yang diselenggarakan Diskumindag Kota Sukabumi, Minggu (16/1).

SUKABUMI — Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, bakal kembali menggelar operasi minyak goreng yang rencananya diselenggarakan di Pasar Modern Pelita pada Senin (17/1).

Kasi Pengawasan Barang (Diskumindag) Kota Sukabumi, Moh Rifki mengatakan, pada penyelenggaraan operasi minyak goreng ini Diskumindag menyediakan sebanyak 25.000 liter dengan harga Rp14.000 perliter.

Bank bjb Tandamata

“Operasi pasar minyak goreng ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Karena, memang saat ini harga minya masih belum mengalami penurunan harga,” kata Rifki kepada Radar Sukabumi, Minggu (16/1).

Rifki kembali menegaskan, selama meningkatkanya harga minyak goreng ini pemerintah tidak hanya berdiam diri namun berupaya membantu meringankan beban masyarakat salah satunya dengan menyelenggarakan operasi pasar murah minyak goreng dengan harga normal.

“Kegiatan operasi pasar minyak ini bukan pertama kalinya diselenggarakan tapi sudah menjadi agenda rutin kami. Termasuk pada Senin ini kami akan menggelarnya di Pasar Modern Pelita,” ungkapnya.

Rifki mengulas, harga minyak curah hingga saat ini belum mengalami penurunan. Hal itu, terjadi akibat harga bahan baku merangkak naik sehingga berdampak terhadap harga penjualan.

“Sudah hampir satu bulan ini harga minyak curah seharga Rp19.000 perkilogram. Padahal, harga normalnya hanya Rp14.000 perkilogram.

Karena memang bahan bakunya juga meningkat sehingga berdampak terhadap meningkatnya harga jual,” paparnya.

Tak dipungkiri, lanjut Rifki, peningkatan harga minya goreng ini sangat dirasakan masyarakat khususnya para pedagang gorengan dan olahan lainnya.

Sehingga, pada pedagang ini banyak yang mengantisipasinya dengan mengurangi ukuran agar sesuai dengan harga jual.

“Karena kalau menikan harga gorengan untuk sementara tidak mungkin dilakukan, sehingga para pedagang banyak mengantisipasi dengan mengurangi ukuran,” pungkasnya. (bam)