SUKABUMI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mencatat, sejak Januari hingga Oktober 2021 kasus angka kematian ibu (AKI) terdapat sebanyak 16 kasus. Angka ini, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 12 kasus.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Sukabumi, Wahyu Handriana mengatakan, dari jumlah total AKI ini sebanyak tujuh kasus meninggal berkaitan dengan Covid-19 dan sembilan kasus lainnya akibat persalinan dan nifas.
“Kalau melihat dari data yang ada, jumlah kasus AKI dan AKB pada tahun ini meningkat karena tahun ini mencapai 16 kasus sementara pada 2020 lalu hanya berjumlah 12 kasus,” kata Wahyu kepada Radar Sukabumi, Jumat (12/11).
Lanjut Wahyu, adapun penyebab terjadinya kasus AKI dan AKB salah satunya akibat kehamilan yang ditutup-tutupi atau tidak diinginkan. Sehingga, saat masa kehamilannya tidak terkontrol, kekurangan makan dan kekurangan asupan gizi.
“Ya, salah satu penyebabnya karena saat masa hamilnya ditutupi sehingga kekurangan gizi dan mengalami pendarahan hingga kemudian terjadi kematian,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) pada 2020 lalu mencapai 27 kasus dan pada 2021 ini hanya 17 kasus sehingga untuk kasus AKB di Kota Sukabumi mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. “Hingga saat ini AKB terpantau menurun, semoga tidak ada peningkatan,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, kasus AKI dan AKB tersebut menjadi salah satu barometer pelayanan kesehatan disuatu daerah. Artinya, bagaimana pemerintah daerah melalui rumah sakit dan Dinkes memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
“Karena itu, kami berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat khususnya ibu hami. Hal ini, untuk menekan tingginya kasus AKI dan AKB,” pungkasnya. (bam)






