CITAMIANG – Terhentinya sementara operasional Kereta Api (KA) jurusan Sukabumi-Bogor maupun sebaliknya, akibat longsor di kilometer (KM) 2 +700 antara jalur Cicurug-Cigombong dan longsor susulan di KM 13 + 800 yang tidak jauh dari stasiun KA Maseng membuat calon penumpang yang sudah membeli tiket kecewa. Banyak penumpang beralih ke moda transportasi lain seperti Colt Mini Bogoran.
Angkutan umum yang kerap disebut ‘Mobil Setan’ itu, sekarang sedang laris-larisnya.
“Alhamdulillah jumlah penumpang colt mini sekarang melonjak drastis kang, hingga 30 persen,”kata sopir Colt Mini Bogoran, Nandi Supardi kepada Radar Sukabumi, selasa(6/2).
Biasanya, pria 55 tahun itu hanya mendapatkan penumpang 12 orang dalam satu putaran. Sekarang, 15 sampai 16 penumpang.
“Memang itu yang saya rasakan, kan banyak penumpang yang lebih memilih colt mini dibanding transportasi lain,”tuturnya.
Colt mini dipilih penumpang, lantaran kecepatannya tinggi dibanding alat transportasi lain.
“Mayoritas penumpang adalah karyawan yang bekerja di perusahaan yang ada di Bogor tapi masih tinggal di Sukabumi,” ujarnya.
Biasanya, jika penumpang menggunakan KA, dibutuhkan waktu dua jam untuk sampai ke Bogor. Sedangkan dengan menggunakan transportasi umum, bisa sampai empat jam. Alternatifnya, lanjut Nandi, penumpang memilih colt mini.



