Pemerintah Kota Sukabumi

TPU Kota Sukabumi Padat, Jenazah Ditumpuk Tiga

×

TPU Kota Sukabumi Padat, Jenazah Ditumpuk Tiga

Sebarkan artikel ini
TPU Taman Bahagia
Kondisi TPU Taman Bahagia di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi saat kondisi lenggang.

SUKABUMI — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, menyebutkan saat ini kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) semakin padat. Bahkan di beberapa TPU, jenazah sampai ada yang ditumpuk tiga untuk meminimalisir kepadatan.

Kepala UPT Pemakaman Dinas PUTR, Cecep Sudarma menjelaskan, dari 12 TPU yang ada di Kota Sukabumi hanya tujuh yang saat ini dikelola UPT Pemakaman DPUTR. Tujuh TPU ini yakni, TPU Taman Bahagia Kecamatan Warudoyong, TPU Binong yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi, TPU Cikundul Kecamatan Warudoyong, TPU Kerkhof, Taman Rohmat dan Pasir Dongke Kecamatan Citamiang, serta TPU Ciandam Kecamatan Cibeureum.

Bank bjb Tandamata

“TPU yang sudah crowded itu yakni di Taman Bahagia dan Binong sehingga sampai ada tiga jenazah yang dimakamkan dalam satu lubang sama.

Hal itu juga dilakukan atas persetujuan pihak keluarga atau ahli waris. Namun tak ditumpuk sekaligus, ada jeda waktu minimal enam bulan atau satu tahun sejak jenazah dimakamkan,” kata Cecep kepada Radar Sukabumi, Rabu (6/10).

Lanjut Cecep, pihaknya masih mencari cara untuk menambah lahan pemakaman baru, apalagi di situasi pandemi Covid-19 angka kematian juga terus bertambah.

Ditambah lagi dihadapkan pada persoalan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kota Sukabumi, sehingga belum bisa menambah luas area TPU yang cukup signifikan.

“Ya, saat ini hanya bisa membeli beberapa luas penambahan lahan pemakaman. Untuk TPU yang crowded seperti Taman Bahagia dan Binong, kami sudah mengajukan anggaran untuk penambahan lahan di wilayah tersebut, namun karena keterbatasan anggaran, dan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di daerah tersebut terus mengalami kenaikan, pembelian lahan baru mengambil kawasan Kubang Nanggerang, Kecamatan Lembursitu. Disesuaikan dengan budget anggaran yang ada,” ujarnya.