SUKABUMI – Kondisi Asyifa akhirnya menyentuh hati dan empati Yani Zatnika Marwan. Ya, dia adalah seorang bayi yang lahir tanpa tempurung kepala dari Kampung Gununggedongan, RT 20/03, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Walhasil, Ketua Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS) itu bersama rombongannya menyambangi keluarga bayi mungil yang merupakan putri dari pasangan pasangan Mudrikah (25) dan Mitasari (27) untuk memberikan bantuan.
“Intinya kedatangan kami ini, silaturahmi untuk melihat kondisi bayi Neng Asyifa. Kalau menurut kedokteran itu kasusnya ini bayi itu mengidap anencephaly,” kata Yani kepada Radar Sukabumi pada Selasa (31/08).
Menurut istri dari Bupati Sukabumi Marwan Hamami, bahwa anencephaly merupakan kondisi cacat lahir serius yang menyebabkan bayi terlahir tanpa sebagian otak dan tengkoraknya. Selain itu, anencephaly adalah cacat lahir yang terjadi saat tabung saraf tidak menutup dengan sempurna selama beberapa minggu pertama perkembangan janin di dalam kandungan.
“Kalau dilihat dari kondisi tubuhnya memang tampak sehat dan masih stabil, karena setiap hari di pantau terus oleh dokter dan tim medis dari Puskesmas, kader dan bidan,” ujarnya.






