JAKARTA— Perpanjangan PPKM yang kembali diterapkan pemerintah turut disesalkan anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS).
Seharusnya, pemerintah tidak kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena kondisi penularan Covid-19 semakin membaik setelah pelonggaran.
“Sebelum PPKM pada saat 20 Juni kondisinya sudah sama persis dengan jauh sebelum diberlakukannya PPKM,” jelas BHS lewat keterangan persnya, Selasa (24/8).
“Dan malah sekarang ini lebih rendah daripada saat kita belum punya pikiran PPKM,” jelasnya. “Ini bukti bahwa PPKM tidak perlu lagi diberlakukan,” ujarnya lagi.
BHS menjelaskan, saat diberlakukan PPKM yang levelnya lebih tinggi, angka penambahan kasus Covid-19 malah naik drastis hampir tiga kali lipat daripada sebelum PPKM, hingga 50 ribu kasus baru dengan kematian sekitar 1.400.
Sedangkan sebelum PPKM jumlahnya 12.000 dengan kematian 371 orang. “PPKM harusnya tidak diperpanjang lagi karena rakyat sudah cukup menahan tidak melakukan kegiatan,” katanya.
“Bila kita lihat dari data hasil PPKM mulai dari darurat sampai 4 level berikutnya, kita dapat melihat penurunan kasus baru karena diturunkannya level PPKM,” katanya lagi.
Menurut BHS, pemerintah perlu melakukan analisa dampak PPKM yang sudah banyak mengorbankan kondisi rakyat. Katanya, hingga kini masyarakat sudah mengeluarkan biaya yang demikian besar.






