NASIONAL

Peristiwa Malari, 57 Seniman Masak Nasi Goreng Rebutkan Uang Recehan Salah Prosedur Mbalela Kambing Hitam

×

Peristiwa Malari, 57 Seniman Masak Nasi Goreng Rebutkan Uang Recehan Salah Prosedur Mbalela Kambing Hitam

Sebarkan artikel ini

VITA WAHYU HARYANTI, Jogja

Jangan kaget jika istilah-istilah yang kerap terdengar di era Orde Baru bermunculan di tengah acara bertajuk “Lomba Masak Lima Belas Januari (Malari)” yang dihelat di XT Square, Jogja Senin (15/1).

Bank bjb Tandamata

Istilah Malari sendiri sejatinya plesetan dari peristiwa 15 Januari 1974 yang juga dikenal dengan sebutan Malari, yang merupakan kependekan dari Malapetaka Limabelas Januari. Itu adalah demonstrasi mahasiswa menolak pinjaman modal asing di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang berbuntut kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan.

Itu jauh beda dengan Malari-nya para seniman Jogja ini. Yang penyelenggaraannya justru untuk memupuk kebersamaan dan persaudaraan. Khususnya di antara seniman dan budayawan. Kegiatan itu juga dimaknai sebagai respons atas Malari 1974, namun dengan cara beda dan dikemas jenaka.

Tak ayal, muncullah aneka label masakan nasi goreng karya peserta. Seperti hasil masakan musisi Ari Wulu yang ditahbiskan sebagai nasi goreng (nasgor) Salah Prosedur. . “Artinya, nasi goreng buatan Ari paling tidak pas di lidah. Atau semacam ada kesalahan dalam prosedur memasaknya,” kata Ketua Panitia Widihasto Wasana Putra di atas panggung sambil terpingkal.

Sementara label untuk nasgor-nasgor lain tak kalah unik. Seperti Mgalela, Nepotisme, Isih Penak Zamanku Tho, Subversif, Kambing Hitam, Aman Terkendali, GBHN, Darah Juang, hingga Azas Tunggal.