BERITA UTAMAPENDIDIKAN

Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional 2021 Resmi Ditiadakan

×

Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional 2021 Resmi Ditiadakan

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI: Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, keputusan meniadakan UAMBN 2021 selaras dengan kebijakan Mendikbud. (Humas Kemenag)

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan, bagi guru yang ingin memiliki karir sebagai kepala sekolah (Kepsek) perlu mengikuti Program Guru Penggerak. Sebab, program ini bukan hanya peningkatan kompetensi saja, namun juga peningkatan kepemimpinan.

Menanggapi hal itu, Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengaku khawatir akan prasyarat tersebut. “Ini membuat guru-guru dan calon-calon kepala sekolah itu agak deg-degan juga ya ketar ketir juga,” terang dia, Minggu (14/2).

Bank bjb Tandamata

Seperti diketahui, saat ini beberapa wilayah dalam memilih kepala sekolahnya itu melalui lelang jabatan, seperti DKI Jakarta. Banyak juga yang sudah lolos tes, namun belum dilakukan penempatan.

“Sekarang pun kawan-kawan kami banyak yang mereka di Jakarta ini calon kepala sekolah yang sudah mengikuti tes dan dinyatakan lulus, tapi sampai sekarang belum ada penempatan sebagai kepala sekolah di mana gitu, mereka sudah lulus tes,” ujarnya.

Dirinya masih bingung akan pernyataan Mas Menteri, apakah mereka yang sudah lolos itu harus ikut program tersebut atau tidak. Apalagi, dirasa tidak adil juga bagi mereka yang sudah lolos tes sebagai kepala sekolah melalui lelang jabatan untuk mengikuti program tersebut.

“Pertanyaannya apakah mereka juga harus mengikuti Guru Penggerak, padahal mereka sudah mengikuti tes tetapi belum kunjung ditempatkan udah hampir satu tahun lebih gitu, ini kan persoalan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, para guru yang tergabung dalam program Guru Penggerak memiliki kesempatan untuk menjadi kepala sekolah. Pasalnya, program ini dirancang untuk pembekalan kompetensi guru di semua jenjang guna menyiapkan pemimpin pembelajaran masa depan.

“Ke depan, kalau mau punya karir sebagai kepala sekolah, tentu harus melewati program Guru Penggerak, karena ini bukan cuma program penguatan, tapi juga kepemimpinan,” terang Nadiem dalam keterangannya. (sai)