NASIONAL

ICCN Komitmen Dukung Kemajuan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi Covid-19

×

ICCN Komitmen Dukung Kemajuan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
Para pelaku ekonomi kreatif yang tergabung dalam Indonesia Creative Cities Network (ICCN) saat melakukan sesi foto bersama. FOTO: ISTIMEWA

Bicara ekonomi kreatif selalu bersamaan adanya semangat kemajuan dan harapan besar atas lebih baiknya kondisi masa depan. Mulai dari individu yang mengandalkan kreativitas untuk jalannya kehidupan hingga demi terhimpunnya kekuatan satu bangsa Indonesia. Terutama di tengah masa juang untuk bangkit dari kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini.

IKBAL ZAELANI, RADAR SUKABUMI

Bank bjb Tandamata

Kreativitas yang nyatanya bisa mengubah arah hidup kita bersama menjadi lebih baik itu sesungguhnya memang selalu ada dalam diri pribadi masing-masing. Itulah yang sejak lama tak henti diperjuangkan oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN), melalui berbagai program lokal dan nasional yang menguatkan jejaring, yang jumlahnya mencapai lebih dari 200 Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia.

Komunikasi dan kolaborasi yang kerap terjalin antara para pengurus serta anggota jejaring yang menyebar di seluruh Indonesia kali ini terjalin melalui momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2020, dengan tema “Jenggirat: Obah Bareng!” atau yang bisa diartikan sebagai ‘Bergegas Bergerak Bersama’.

Untuk menyesuaikan dengan kondisi yang serba-terbatas akibat pandemi Covid-19 dan Adaptasi Kebiasaan Baru, Rakornas ICCN 2020 pun dilaksanakan secara hybrid, yaitu sebagian besar peserta hadir secara daring melalui aplikasi Zoom dan hanya terbatas 50 peserta yang hadir secara langsung di Banyuwangi, Jawa Timur. “Negeri ini butuh kawan-kawan sekalian untuk bisa segera pulih, berlari, dan menjadi bangsa yang unggul,” tutur Arief M. Budiman, Sekretaris Jenderal ICCN, pada saat Sesi Pembukaan Rakornas ICCN 2020 (5/11).

Hari pertama pelaksanaan Rakornas ICCN 2020 pada tanggal 05 November ini terdiri dari sesi Pembukaan dengan narasumber internal jejaring di Hotel Ketapang Indah, dan berlanjut pada seminar Nasional di Villa So Long, yang akan diisi oleh Pemerintah Pusat dan Daerah hingga rekan-rekan komunitas kreatif dengan berbagi pengalaman berjuang untuk bertahan dan bangkit dari kondisi yang sulit akibat pandemi Covid-19.

Kabupaten Banyuwangi dengan Bupati Abdullah Azwar Anas telah lama menyanggupi jadi tuan rumah Rakornas ICCN 2020. Penerimaan baik dan
berbagai fasilitas bantuan dari Pemda Banyuwangi menunjukkan keseriusan dalam memajukan ragam potensi kreativitas. Tak hanya dari Kabupaten Banyuwangi, tapi merangkul potensi seluruh Indonesia melalui keberadaan jejaring ICCN.

Bupati Abdullah Azwar Anas sendiri mengisi sebagai narasumber Seminar Nasional yang akan diselenggarakan setelah Sesi Pembukaan hari pertama. “ICCN meyakini, memegang teguh ideologi, kunci dari kerja sukses adalah sinergi yang kita sebut hari ini dengan ‘Pentahelix Synergy” – Akademisi, Sektor Bisnis, Komunitas, Pemerintah, Media. Siapa melakukan apa dan kapan. Kita mau bikin program apa. Kita punya cita-cita apa. Akan lebih mudah tercapai tujuan ketika ada kebersamaan,” jelas Fiki Satari, Ketua Umum ICCN, yang hadir memimpin Sesi Pembukaan Rakornas ICCN 2020 secara langsung di Banyuwangi.

Sesi Pembukaan pada setengah hari pertama Rakornas ICCN ini memang berfokus pada penguatan internal jejaring yang hanya melibatkan para pengurus, koordinator daerah, koordinator wilayah, serta anggota. Pada Sesi Pembukaan ini, Fiki memaparkan kunci dari pergerakan besar adalah konsensus, keyakinan, dan kesepakatan bersama. Dalam hal ini ICCN memiliki 10 Prinsip Kota/Kabupaten Kreatif sebagai konsensus atau nilai dasar. ICCN memegang keyakinan seluruh kabupaten/kota di Indonesia akan menjadi Kota/Kabupaten Kreatif versi masing-masing, dengan memenuhi prasyarat dari 10 Prinsip tersebut. Ini menjadi suatu manifesto terkait nilai dasar Indonesia sebagai bangsa, yang terdiri dari belasan ribu pulau penuh kekayaan alam, dan dengan
manusianya yang memiliki beragam kekayaan kreativitas yang sangat berharga.

Fiki Satari pun menuturkan kepada internal jejaring ICCN bahwa pekerjaan bersama untuk memajukan ekonomi kreatif Indonesia ini dapat diintervensi dengan pola kolaborasi serta KPI yang dapat diukur, berdasarkan penelitian yang spesifik dan jelas arah kerjanya. “Kita punya pedoman

Buku Putih Kota Kreatif. Bagaimana konsep pengembangan Kota Kreatif. Bagaimana disepakati isinya dan tahapannya secara detail mengatur. Ini bukan buku populer yang nyaman untuk dibaca di perjalanan atau saat santai. Ini adalah buku kerja, buku yang ditulis dengan metodologi, untuk mengintervensi Key Performance Indicators-nya Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah untuk memastikan ekonomi kreatif hadir sebagai KPI dari jalannya birokrasi,” tutur Fiki.

Setelah dibuka langsung oleh Ketua Umum dan Sekjen ICCN, aktivitas Sesi Pembukaan Rakornas ICCN 2020 ini adalah workshop khusus sebagai ruang dan peluang dalam menyimak penyampaian pendapat serta masukan dari para pengurus serta anggota mengenai manajemen, program-program nasional ICCN seperti di antaranya Catha Ekadaksa dan Aksi Bersama Bantu Sesama (ABBS), hingga isu-isu yang dihadapi oleh Kabupaten/Kota anggota jejaring. Workshop khusus penguatan internal jejaring ini disukseskan oleh kekompakan para peserta, sehingga dapat mendeteksi berbagai isu dari daerah masing-masing, yang kemudian akan dikelola solusinya demi keberlangsungan Kabupaten/Kota Kreatif dalam jaringan ICCN.

Sebagai solusi untuk menciptakan nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif, ICCN pun telah lama menyediakan bantuan 11 “Jurus” Kabupaten/Kota Kreatif, yang bernama “Catha Ekadaksa”.

Sejak dirilis tahun 2019, pelaksanaan Catha Ekadaksa telah aktif dijalankan para anggota jejaring secara berkesinambungan. Sebagaimana akhir dari Sesi Pembukaan Rakornas ICCN 2020 ini, Sukabumi Creative Hub, melakukan presentasi mengenai realisasi Catha Ekadaksa, yang nyata berfungsi sebagai solusi dalam berbagai upaya kemajuan ekosistem ekonomi kreatif daerahnya, meski komunitasnya sendiri baru terbentuk sejak Maret 2019.

Setelah selesai Sesi Pembukaan di Hotel Ketapang Indah, Rakornas ICCN 2020 masih berlanjut dengan Seminar Nasional yang berpindah tempat di Villa So Long, Banyuwangi, Jawa Timur.

Pelaksanaan Rakornas ICCN 2020 selama 05-06 November 2020 ini didukung oleh Bupati Abdullah Azwar Anas beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, Menteri Teten Masduki beserta jajaran Kementerian Koperasi dan UKM, juga Menteri Wishnutama Kusubandio
beserta jajaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (*)