ROMA – Jumlah korban meninggal akibat wabah COVID-19 di Italia memprihatinkan karena melonjak 756 menjadi 10.779 kematian, demikian Badan Perlindungan Sipil pada Minggu (29/30).
Angka tersebut merupakan penurunan tingkat harian kedua secara berturut-turut.
Jumlah korban meninggal, yang sejauh ini menjadi yang tertinggi di dunia, menyumbang lebih dari sepertiga seluruh kematian akibat virus corona secara global.
Pada Jumat Italia mencatat jumlah kematian tertinggi harian yakni 919 kematian. Jumlah tersebut turun pada Sabtu dengan 889 kematian.
Jumlah total kasus COVID-19 di Italia juga mengalami kenaikan pada Minggu menjadi 97.689 dari jumlah sebelumnya 92.472, kenaikan kasus harian terendah sejak Rabu.
Sebanyak 13.030 pasien dinyatakan sembuh pada Minggu, dibanding 12.384 sehari sebelumnya. Sementara itu, 3.906 orang dalam perawatan intensif, naik dari 3.856.
Lombardy menjadi kawasan Italia terparah yang dilanda virus corona, dengan kenaikan laporan kematian sekitar 416 pada Minggu.
Secara global virus corona telah menginfeksi lebih dari 662.700 orang dan menelan 30.751 korban jiwa, menurut perhitungan Reuters.(Reuters/Antara/jpnn)
- Italy 10.779 deaths
- Spain 6.803 deaths
- China 3.186 deaths
- Iran 2.640 deaths
- France 2.606 deaths
- United Kingdom 1.228 deaths
- New York City New York US776 deaths
- Netherlands 771 deaths
- Germany 541 deaths
- Belgium 431 deaths
- Switzerland 300 deaths
- Korea, South 158 deaths
- King Washington US 144 deaths
- Brazil 136 deaths
- Turkey 131 deaths
- Portugal 119 deaths
- Indonesia 114 deaths







