SUKABUMI – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Sukabumi mengajak kaum milenial untuk mengurangi sampah plastik di Kota Sukabumi. Ajakan tersebut dikemas dalam gerakan millenial wujudkan zero west lifestyle.
Ketua IPPNU Kota Sukabumi, Pratiwi Triansyah menjelaskan, gerakan millenial wujudkan zero west lifestyle bertujuan untuk mengajak seluruh elemen khususny kaum millenial untuk bisa meminimalisir persampahan plastik yg menjadi masalah terbesar di dunia.
“Kami juga mengajak seluruh elemen menjaga lingkungan terutama dalam mengurangi dan menangani sampah plastik, karena walaupun jumlah sampah plastik itu sedikit bisa membahayakan,” jelasnya kepada Radar Sukabumi usai melakukan kegiatan bersama DLH Kota Sukabumi, belum lama ini.
Menurutnya, Seperti yang kita ketahui bahwa sampah plastik merupakan ancaman serius bagi manusia, yang akan mengancam kelestarian lingkungan. Indonesia merupakan Negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia.Setiap tahunnya Indonesia memproduksi 3,2 juta ton sampah plastik yang sebagian besarnya berakhir di lautan karena tidak terolah.
“Untuk di Kota Sukabumi, memang jumlah sampah plastik cukup rendah, nambah jika semua pihak dari mulai saat ini tidak menyadari bahayanya, sampah plastik akan berdampak besar,” terangnya.
Kurangnya kesadaran dan pemahaman seseorang terkait masalah lingkungan hidup menjadi penyebab pokok dalam kerusakan lingkungan, yang berakibat pada terancamnya lingkungan.
“Untuk menangani hal tersebut, maka memerlukan peran serta semua kalangan termasuk generasi muda. Generasi muda Indonesia mempunyai peranan penting untuk menjaga lingkungan dan menjawab
tantangan dalam permasalahan kerusakan alam,” bebernya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh generasi muda adalah dengan berusaha hidup tanpa sampah, terutama sampah plastik, sekaligus menyebarluaskan gaya hidup tanpa sampah kepada masyarakat yang lebih luas.
” Hal ini disebabkan oleh sampah sebagai limba perusak lingkungan yang bisa dipastikan dapat ditemui di setiap elemen,” pungkasnya. (upi/d)






