PENDIDIKAN

MCM Wadahi Kreativitas Milenial

×

MCM Wadahi Kreativitas Milenial

Sebarkan artikel ini
KREATIF: Sebanyak 90 peserta ikut MCM 2019 yang diselenggarakan mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Sukabumi.

SUKABUMI, RDARSUKABUMI.com – Perkembangan industri otomotif khususnya sepeda motor, semakin variatif dari hari ke hari.Kini, fungsi motor tidak hanya dijadikan sebagai alat transportasi, tapi berfungsi sebagai sarana inovasi dan kreativitas modifikasi sesuai dengan trend dan selera para pemiliknya.

Melihat tren tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Sukabumi memberikan wadah bagi generasi milenial untuk mengasah kreativitasnya dalam memodifikasi kendaraan khususnya roda dua, melalui ajang Modification Contest Motor (MCM) 2019, baru-baru ini.

Bank bjb Tandamata

Kepada Radar Sukabumi, Direktur Politeknik Sukabumi Nonda Muldani mengatakan, MCM 2019 merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan Mechanniversary ke-XIII. Sebelumnya perayaan ulang tahun Fakultas Teknik Mesin Politeknik Sukabumi sudah menggelar beragam acara sejak dua bulan lalu.

“Jadi kontes motor ini merupakan puncak acaranya, sebelumnya kegiatan yang lain sudah kita laksanakan di Mei mulai dari kegiatan sahur on the road, hingga bakti sosial di panti asuhan Yayasan Ummi Kulsum karena kebetulan bertepatan dengan bulan puasa,” terangnya.

Event itu menjadi ajang pengembangan kompetensi, dalam berkreasi di dunia otomotif. “Alhamdulillah setiap tahun peserta terus bertambah, tahun ini kita ada 90 peserta yang mendaftar bahkan peserta ini mayoritas dari luar daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bogor dan kota-kota besar lainnya,” jelasnya.

Itu artinya, lanjut Nonda, masyarakat luar khususnya pecinta otomotif kendaraan roda dua sudah banyak mengenal keberadaan kampus Politeknik Sukabumi. “Semoga kegiatan ini menjadi ajang media promosi kampus untuk dikenalkan kepada dunia luar,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Mechanniversary XIII Ega Mustapa Putra mengatakan, kontes modifikasi motor ini diikuti oleh masyarakat umum se-pulau Jawa. “Tujuan diadakannya kegiatan ini kita ingin mewadahi aspirasi dan kreativitas para peserta kontes,” imbuhnya.

Ada enam kelas yang dilombakan. Diantaranya local plat F thailook style, baby mothai, novice street racing, novice thailook style, pro street racing dan pro thailook style.”Animo masyarakat sangat tinggi baik dari lokal maupun luar Kota Sukabumi juga pesertanya cukup banyak,” ucapnya.

Para peserta memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan. Tidak hanya itu, nantinya juga akan dipilih The Best Category.Ditemui terpisah, salah satu juri Robi dari Motostylerz menambahkan, kreativitas para peserta setiap tahun mengalami kemajuan. Terlihat dari kreativitas mereka yang terus berkembang.

“Selama menjadi juri, dari pantauan kami makin ke sini semakin kreatif dalam memodifikasi kendaraan mereka. Itu merupakan kemajuan yang luar biasa dan itu juga menjadi membuat bingung kami para juri,” cetusnya.

Menurut Robi, ada beberapa faktor yang menjadi penilaian timnya seperti dilihat dari aksesoris yang digunakan, detail modifikasinya, finishing dan apakah modifikasi ini sesuai tema kelas yang dipilihnya terkhir penilaian dilihat secara universal secara keselurtuhannya. “Saat ini tren modifikasi masih pada tren thailook-nya tertama pada thahailook style dan baby mothai,” tandasnya.

 

(wdy)