KABUPATEN SUKABUMI

Waspada Bakteri Koli ‘Bergentayangan’ di Sukabumi

×

Waspada Bakteri Koli ‘Bergentayangan’ di Sukabumi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, mengimbau kepada para peternak unggas agar mewaspadai potensi penyebaran penyakit di musim kemarau. Pasalnya, pada musim kemarau saat ini banyak ternak unggas, khususnya jenis ayam yang terserang bakteri koli hingga menyebabkan kematian.

Kepala Seksi (Kasi) Unggas dan Aneka Ternak Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Sugiarto mengatakan, berdasarkan data yang tercatat di Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, jumlah populasi ternak ayam broiler 2019 di Kabupaten Sukabumi mencapai 13.000.000 ekor. Sementara, populasi ternak ayam petelur 3.500.000 ekor. “Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 ekor yang mengalami kematian akibat terserang bakteri koli ini,” jelas Sugiarto kepada Radar Sukabumi, Jumat (2/8).

Bank bjb Tandamata

Pada musim kemarau, sambung Sugiarto, bila para peternak tidak merawat secara baik ternaknya, bisa membuat daya tahan tubuh unggas menurun. Sehingga nantinya ayam mudah terserang penyakit. “Bakteri koli ini biasanya merusak saluran pencernaan unggas, sehingga dapat menyababkan kematian,” imbuhnya.

Untuk itu, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi terus mengencarkan sosialisasi dan pengawasan kepada peternak, baik kandang maupun ternak perusahaan. Lantaran menurutnya, musim kemarau ini penyakit perterenakan akan meningkat bila dibandingakan dengan musim hujan.

“Pada musim kemarau, banyak debu beterbangan dan itu berpotensi menyerang ternak. Untuk itu, kami menyarankan kepada para peternak agar meningkatkan kebersihan kandang. Selain itu, kadar air untuk konsumsi minum ternak juga harus diperhatikan. Ya, jangan sampai air selokan dan air genangan digunakan untuk minum ternak. Sehingga dapat berpotensi terserang bakteri koli dan menyebabkan kematian,” tandasnya.

Sementara itu, seorang penanggung jawab perusahaan ternak broiler PT Parm Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Nasrudin mengatakan, musim panas saat ini, bila ternak ayam tidak diberikan obat vaksinasi secara maksimal dapat membuat kondisi ternak memburuk dan sakit-sakitan. “Jika tidak dirawat dengan benar seperti pembersihan kandang, pemberian pakan dan pemberian air sesuai dengan baku mutu, maka sudah jelas akan banyak ternak yang mati,” pungkasnya.

(Den/rs)