PENDIDIKAN

Siswa SMP Ciptakan Pencuci Piring Otomatis

×

Siswa SMP Ciptakan Pencuci Piring Otomatis

Sebarkan artikel ini
WAJIB DICONTOH: Hisyam Darius Amadeo dan Nabita Nirla Sevina menunjukkan alat pencuci piring otomatis buatannya.

SURABAYA, RADARSUKABUMI.com – Berawal dari malas mencuci piring, Hisyam Darius Amadeo dan Nabita Nirla Sevina menemukan ide brilian. Dua siswa kelas IX Lab School
Unesa itu menciptakan alat cuci piring otomatis.
Karya dua siswa itu memang masih prototipe. Namun, karya mereka sudah mendapatkan pengakuan internasional. Sebab, karya tersebut baru-baru ini meraih penghargaan The Best Performance dalam kompetisi Asian Mate and Engineering Challenge. Acara itu diselenggarakan di Singapura pada 18–22 Juni 2019.
Prototipe mesin cuci otomatis tersebut dibuat dari beberapa peranti. Di antaranya, sensor untuk mendeteksi piring dan gelas. Sebuah motor servo dan
motherboard. Nah, perangkat elektronik itu digunakan untuk menggerakkan baling-baling yang dirancang dari gabungan sikat dan spons.
Di baling-baling itu juga tersambung dua slang. Satu berisi air sabun. Satu lagi berisi air untuk pembilasan. ’’Jadi, pembersihan, penyabunan, dan
pembilasan bisa dilakukan di alat ini,” jelas Hisyam.
Hisyam mengatakan, ide membuat prototipe pencuci piring itu bermula dari kesehariannya. Dia mengaku sering malas mencuci piring di rumah. ’’Saya juga kasihan sama ibu, kok kalau lagi cuci piring lama sekali,” ujarnya.
Nabita menambahkan, prototipe itu sangat mungkin dikembangkan. Terutama dari sisi modelnya yang belum simpel. ’’Fung sinya sejauh ini sudah
baik. Bahkan bisa meminimalkan kerusakan pada bahan-bahan plastik dan kayu,” jelas Nabita.
Sementara itu, Kepala Yayasan Darma Wanita Unesa Endah Purnomowati mengatakan, Hisyam dan Nabita baru pertama mengi kuti kompetisi internasional. Da lam kompetisi itu, keduanya langsung berhadapan dengan 100 peserta dari delapan negara di Asia.
’’Mereka ikut tanpa sepengetahuan pihak sekolah maupun yayasan. Tiba-tiba saja kami dapat kabar mereka ikut lomba di luar negeri dan mendapat penghargaan,” jelas Endah. Ternyata, dua anak itu mendaftarkan diri lewat internet. (his/c7/gun)