KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Jalan Nyalindung – Sagarenten Berbahaya

NYALINDUNG – Jalan Raya Nyalindung – Sagarenten kondisinya semakin memprihatinkan. Pasalnya, jalan yang berada di bawah pengawasan pemerintah Provinsi Jawa Barat ini, tepatnya di Kampung Selagombong, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung amblas setelah sepanjang 15 meter akibat hujan deras pada beberapa waktu lalu.

Akibat insiden ini, warga setempat dan juga pengendara lainnya harus ekstra hati-hati bila melintasi jalan ini. Pasalnya, dengan adanya sebagian bahu jalan yang amblas, membuat jalur ini rawan terjadi kecelakaan.

“Kondisi seperti ini sudah empat bulan lalu. Warga khawatir jika tidak segera diperbaiki, jalan yang amblas ini dapat meluas dan memutuskan akses utama warga,” jelas seorang warga Kampung Legok Areuy, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Bimo (40) kepada Radar Sukabumi, Jum’at (27/4).

Hal serupa dilontarkan, Majid (45), warga Kampung Pasir Bitung, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar. Ia mengaku prihatin dengan kondisi jalan raya provinsi yang amblas tersebut. Dirinya merasa yakin, jika jalan tidak segera diperbaiki dapat mengancam keselamatan pengendara lalu lintas. Terlebih lagi cuaca saat ini, berpotensi terhadap bencana alam.

“Saya melihat konstruksi tanah di sini juga sangat labil. Jadi apabila tidak segera dibangun tembok penahan tanah, maka besar kemungkinan jalan ini bisa putus akibat tergerus longsoran,” paparnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemeritah terkait dapat segera membangun tembok penahan tanah dan memperbaiki jalan yang amblas tersebut. Sebab, jalan yang menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi ini merupakan akses utama warga menuju tempat publik.

“Kondisi ini berdampak terhadap laju pertumbuhan perekonomian warga. Untuk itu, saya berharap dinas terkait dapat memperbaiki jalan ini, agar tidak terancam putus,” bebernya.

Sementara itu, Sekdes Desa Cijangkar, Deni mengatakan, untuk keselamatan pengguna jalan, Polsek setempat telah memasang tanda pembatas keamanan di lokasi longsor. Sementara warga Desa Cijangkar sendiri sudah berinisitif mengatur arus lalu lintas dengan cara tutup buka akses lalu lintas.

“Kami khawatirnya kalau pada waktu malam hari. Sebab, di lokasi longsoran tidak ada yang jaga. Apalagi, di jalan tersebut tidak ada penerangan jalan umum. Sehingga jika pengendara tidak berhati-hati, bisa terperosok,” pungkasnya. (cr13/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close