Pengaruh Kenaikan Harga BBM Naik di Daerah Sukabumi

SPBU-Sukabumi

Oleh : Putri Sastriyani
Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi,

Bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. BBM digunakan sebagai sumber energi untuk kendaraan bermotor, mesin industri, dan juga sebagai sumber panas dalam kegiatan memasak.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga BBM dapat berdampak luas terhadap masyarakat , termasuk di Kota Sukabumi. Dengan menaiknya harga Bahan Bakar Mesin (BBM) Pertamax tentunya akan berdampak bagi masyarakat Indonesia.

Disamping itu rumor mengenai harga Pertalite dan Solar akan ikut menaik juga semakin memperdampak bagi masyarakat. Mungkin dengan menaiknya harga BBM akan memberikan banyak dampak positif bagi pemerintah seperti lebih hematnya Anggaran Pendapapatan dan Belanja Negara). Adapun dampak yang didapatkan oleh masyarakat dari menaiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah sebagai berikut:

1.) Dampak Terhadap Biaya Transportasi

Salah satu dampak langsung dari kenaikan harga BBM adalah meningkatnya biaya transportasi. Harga BBM yang lebih tinggi berarti biaya operasional kendaraan bermotor akan meningkat, baik itu untuk kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti bus dan angkot. Hal ini akan berdampak pada kenaikan tarif transportasi, yang pada akhirnya akan membebani masyarakat Sukabumi.

2.) Dampak Terhadap Harga Barang

Kenaikan harga BBM juga dapat mempengaruhi harga barang di Sukabumi. Biaya transportasi yang lebih tinggi akan berdampak pada kenaikan harga barang dari produsen ke konsumen. Hal ini terutama akan mempengaruhi harga barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula. Masyarakat di Sukabumi akan merasakan dampak langsung dari kenaikan harga BBM ini melalui kebutuhan sehari-hari mereka.

3.) Dampak Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Kenaikan harga BBM berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesejahteraan masyarakat di Sukabumi secara keseluruhan. Biaya hidup yang lebih tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat, sehingga mereka mungkin harus mengorbankan pengeluaran untuk kebutuhan lainnya. Akibatnya, kualitas hidup masyarakat dapat menurun, terutama bagi mereka yang memiliki pendapatan rendah.

4.) Menghambat laju pertumbuhan ekonomi

Harga barang dan jasa semakin menaik namun daya beli dan daya jual masyarakat yang semakin menurun akibat dampak dari menaiknya harga BBM akan mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi terhambat. Semetara gaji yang diperoleh tidak ikut menaik mengikuti harga naiknya BBM akan sangat membuat masyarakat resah karena gaji yang diperoleh sudah tidak lagi seimbang dengan pengeluaran karena harga yang semakin merangkak.

5.) Meningkatnya jumlah pengangguran

Dengan menaiknya harga barang dan menurunnya daya beli masyarakat mengakibatkan banyak UMKM yang gulung tikar karena besarnya modal yang dikeluarkan sementara harga jual tidak bisa dinaikkan apalagi penjualan yang dicapai hanya sedikit sehingga penjual terkadang tidak balik modal sehingga banyak UMKM yang terpaksa gulung tikar. Seperti rumah makan yang terpaksa gulung tikar karena membludaknya harga minyak goreng,tepung dan daging ayam membuat pemilik rumah makan mengeluarkan modal yang besar namun tidak bisa menaikkan harga karena takut akan tidak laku sehingga hanya memperoleh untung sedikit saja bahkan tidak untung sama sekali dan rugi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *