Pahlawan Irpin

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Presiden Jokowi menyampaikan simpati dan keprihatinannya akibat serangan Rusia ke Ukraina. Cukup. Tidak bisa lebih dari itu. Presiden masih harus ke Moskow, bertemu Presiden Vladimir Putin.

Bacaan Lainnya

Maka Presiden Jokowi tidak bermalam di Ukraina. Ia langsung kembali ke kota Przemyśl. Kembali naik kereta 12 jam. Setidaknya Presiden Jokowi telah mencatatkan sejarah sebagai pimpinan negara Asia pertama yang ke Ukraina di masa perang. Sebagai ketua G20 Jokowi harus melakukan itu.

Dari Przemyśl, Presiden Jokowi terbang ke Moskow. Hanya satu jam penerbangan. Kalau lurus.

Di Rusia beban misi Presiden Jokowi tentu lebih berat. Ia berhadapan dengan Presiden negara besar yang tidak takut apa pun: Amerika, NATO, G7, dan tentu juga G20.

Tapi Presiden Jokowi setidaknya bisa menyuarakan langsung ke Vladimir Putin: gara-gara serangannya ke Ukraina ia harus memecat Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Semua negara ikut menderita. Ada yang sampai bangkrut seperti Sri Lanka.

Dituruti atau tidak rasanya tidak penting. Putin harus mendengar itu. (*)

Pos terkait