Kami tidak saling kenal. Karena itu saya tidak tau siapa nama perempuan muda, lelaki gempal, dua anak perempuan kecil, bapak dan ibu tua. Mereka juga tidak mengenal kami. Saya tidak mengenal, dan lupa nanya, siapa nama orang-rang yang memberikan pertolongan. Kecuali satu orang saja: Ami.
Itu dia perempuan berseragam loreng tadi, yang paling sibuk memberikan dan mencari pertolongan. Letkol Asmin Tapahing. Bukan Ami. Saya yang salah menulis ketika meminta nomer kontaknya. Untung saja saya tidak salah mencatat nomer handphonenya.
Letkol Tapahing adalah komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) Purwokerto, yang siang itu bersama seorang stafnya sedang melintas di tol Cipali menuju Jakarta. Mobil saya berada kira-kira 300 meter di belakang mobil Letkol Tapahing. Ada pula beberapa orang lainnya membantu memberikan pertolongan luar biasa. Mereka manusia-manusia hebat.
Periksa ban, rem, dan lain-lainnya sebelum berkendara. Apalagi ketika hendak menempuh jarak yang jauh. Pastikan kendaraan anda sudah layak digunakan untuk bepergian. Bila ngantuk, lelah, menepilah. **






