Mengepung Corona dari Desa

Handi-Salam

oleh : Handi Salam

Redaktur di Radar Sukabumi

Bacaan Lainnya

SAYA rasa semua sepakat jika semua orang ditanya tentang doa apa yang ingin dikabulkan pada bulan ramadan ini. Mungkin, jawabannya sama yakni segeralah lekas pergi wahai engkau corona. Berbicara soal cara menyelesaikan corona pemerintah saat ini cenderung setengah-setengah, harusnya apa yang dikatakan Panglima TNI tentang strategi perang itu segera dilakukan secara utuh. Sampai saat ini yang terlihat hanya narasi nasional bukan perang secara nasional.

Ada baiknya, pemerintah melakukan percepatan test VCR Corona berawal dari desa, gunakan kekuatan Babinsa. Caranya, jangan setiap masyarakat di test, cukup satu rumah satu orang yang terditeksi suka berpegian ke kota. Kemudian untuk mengetahui hasil masyarakat terbebas dari corona berikan tanda, contoh saja dengan menggunakan gelang berwarna hijau, kuning dan merah ditangannya jika keluar rumah, dan tinggal lokalisir daerah tersebut.

Begitu satu daerah tersebut dinyatakan hijau, masyarakat bebaskan untuk mengerjakan apa yang biasaya dikerjakan seperti biasanya. Sekolah diaktifkan, karena saya rasa belajar online itu tidak efektiv dan hanya menambah penderitaan siswa dan gurunya. Kemudian jaga perbatasan sama tim aparat, semakin luas daerah hijau maka hanya pendatanglah covid itu menular

Strategi, Desa mengepung kota ini dipake pemerintah cina kemarin saat wabah pertama kali terjadi di Wuhan. Hanya saja, mereka menggunakannya lebih canggih dengan Database di Handphone. Masing masing penduduk diwajibkan mendownload aplikasi. semua orang harus mendownload satu APPS di Polsel mereka nama APPSnya kalau dibaca ‘JIAN KANG BAO’ artinya Sehat itu harta karun. Dengan mendownload APP tersebut semua orang terhubung dengan pusat kesehatan nasional.

Sejak itu dilayar ponsel penduduk tiongkok muncul status kesehatan masing-masing, Hujau kuning atau merah, Ponssel tengah berfungsi pula sebagai kartu kesehatan, Kalau layar mereka hijau berarti aman, mereka diberi izin bergerak di zona hijau. Kalau layar ponselnya kuning mereka tidak boleh kemana-mana, apalagi warnanya merah. Dari mana asal, status kesehatan ini. Siapa yang memberikan status semua berasal big data.

Kita tidak mungkin seperti itu, sekarang buat versi kita tak perlu Hanphone kasih gelang saja contohnya dengan ada nama sesuai indentitas. Karena Babinsa yang mendata, biarkan Big datanya di tangan Babinsa. 400 ribu aparat kemanan bisa digunakan untuk masalah saat ini.

Sesederhana itu, sekarang Presiden Amerikan Donald Trum lakukan strategi lain. Dalam satu bulan sudah melakukan test sebanyak 20 juta lebih yang terdapatlah 700,000an yang terpapar karena itu mereka cepat melakukannya. Stateginya dan datanya akurat.

Maka dari itu, tidak ada salahnya, pemerintah dengan dimulai dari desa membuat zona hijau dinama-mana, kepung kota dengan Jona hijau. Gambungkan strategi China dengan Amerika dalam penanganan covid ini. Indonesia saat ini baru 30.000an yang melakukan test, itu terlalu pelan dan sedikit.

Jika ada yang tanya biaya dari mana untuk test masyarakat sebanyak itu. Banyak kok, kalau mau anggaran 5,6 triliun buat pelatihan Online itu segera alihkan saja. Karena memang pelatihan prakerja secara online tidak baik, mending anggaran itu kasih kepada tim medis dan TNI/Polri dalam hal ini babinsa untuk segera mengepung kota dari desa.

Dengan banyaknya daerah hijau di pedesaan kondisi ekonomi di desa tidak terputus untuk mengirim suplai makanan dan kebutuhan. Tidak akan ada bisnis terputus. Para pejabat tidak perlu imfor sembako. Pemerintah sudah saatnya jangan memikirkan kota saja terus, Jakarta terus, orang di sekeliling istana mewah-mewah, makan masih bisa, mereka memiliki deposito yang banyak. Nah, masyarakat kecil dan UKM kalau tidak bekerja harus makan apa, karena bantuan hanyalah bantuan.

saya rasa 80 persen wilayah indonesia masih hijau. Di wilayah Hijau bebaskan masyarakat bekerja, pendidikan tetap berjalan jangan adanya pukul rata aturan. Berikan rakyat rasa kepecayaan dari para pemimpinnya, dengan bekerja bersama. Lihat kepala negara Amerika setiap muncul di Tv selalu ada wakilnya dibelakang, presiden china pun selalu bersama-sama dengan para menterinya setiap kali muncul di layar kaca. Tak terkecuali presiden korea utara selalu didampingi para pejabatnya.

Berikan simbol bahwa kepala negara bekerja bersama seluruh menterinya, bukan saling membenarkan dan meluruskan. Mari bersama-sama melawan corona dengan serius. Seperti awal-awal, negara ini mengatisipasi virus corona datang. Sayangnya, terlalu banyak kepentingan yang masuk hingga kondisinya membuat semua kedodoran, mulai dari ekonomi dan kepercayaan hingga kebersamaan para pejabat negara. (*)

Pos terkait