Wayan Di New York

  • Whatsapp

Teman saya itu pengusaha besar. Tidak ada hubungannya dengan proyek pemerintah. Ia banyak bergerak di ritel. Terbesar di Indonesia. Untuk bidangnya. Orangnya rendah hati. Santun. Pakaian seadanya. Banyak senyum. Sangat menghargai orang lain.

Saya kaget. Kok tiba-tiba saya baca ini: anaknya begitu glamour. Banyak menghadiri fashion show kelas dunia. Instagramnya begitu mengesankan: mewahnya. Pakaiannya selalu berkelas. Dengan ciri khasnya: jas wool yang sengaja ukurannya dikedodorkan. Dipandu dengan celana ketat. Dan sepatu bertabur gemerlap. Saya pun kirim WA ini:

Bacaan Lainnya

“Selamat ya… Mau buka restaurant baru di New York. Kibarkan bendera kita di sana. Saya akan mampir kapan-kapan. Masakannya apa saja ya? Anak Anda hebat sekali,” tulis saya di WA-nya.

Saya pun ingin tahu wajah anak itu: Ezra William. Ganteng atau tidak. Mirip bapaknya atau ibunya. Agak lama memelototi instagramnya. Saya sampai lama melihat wajah Ezra William itu. Di instagramnya itu. Lalu membuka album wajah ayahnya. Kata hati saya: kok agak beda dengan bapaknya ya. Mungkin mirip ibunya. Saya belum pernah bertemu istri teman saya itu.

Tapi saya juga merasa tidak aneh. Teman saya itu kan juga pengusaha kuliner. Punya lima restoran di Jakarta. Mengambil franchise ‘Bebek Tepi Sawah’. Wajarlah kalau akan ekspansi kuliner ke New York. Hanya saja agak aneh: kok penampilan anaknya begitu jauh dari gaya hidup bapaknya.

Tapi juga tidak aneh. Saya punya teman yang lain. Yang kayanya bukan main. Sampai punya bank. Tapi masih naik mobil Kijang. Suatu saat saya tegur ia: Anda ini keterlaluan. Masak masih naik Kijang. Jawabnya mengejutkan saya: ini sebagai protes pak. “Protes kenapa?” tanya saya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *