CATATAN DAHLAN ISKAN

Penyelamatan

×

Penyelamatan

Sebarkan artikel ini

Dengan armada kapal itu harta museum Kugong tersebut dilayarkan ke hulu. Ke arah pedalaman. Ke arah kota Nanjing. Melalui bengawan Changjiang (Yang Tze Kiang). Sungai terpanjang keempat di dunia. Yang jadi pusat lalu-lintas zaman itu.

Di Nanjing pun ternyata tidak aman. Bahkan Jepang menjadikan Nanjing salah satu arena pembantaian terbesar. Harta museum Kugong itu diangkut ke kapal lagi. Armada itu terus menuju arah hulu. Lebih ke pedalaman lagi. Ke kota Chongqing. Tempat kuliahnya Lufita berjilbab yang dari Kediri itu.

Bank bjb Tandamata

Panjang sekali tulisan ini. Kalau semua perjalanan penyelamatan itu diceritakan. Maka tibalah pada akhirnya: perang kian meluas. Termasuk perang saudara. Antara Koumintang dengan Gongchangdang. Chiang Kai Shek dengan Mao Zedong. Nasional lawan komunis. Borjuis lawan proletar.

Nasionalis kalah. Chiang Kai Shek melarikan diri. Terbang ke Taiwan. Dengan seluruh angkatan udaranya. Termasuk anaknya: jenderal Chiang Jingkuo. Sebelum terbang, mereka menyanyikan lagu kebangsaan. Juga memerintahkan agar harta Museum Kugong diselamatkan ke Taiwan. Sedapat-dapatnya.

Tentu tidak bisa semua. Ada yang bilang 20.000. Ada yang bilang 60.000. Tentu dipilih yang terpenting dari yang penting. Itulah yang dipasang di museum Taipei. Yang baru dibangun tahun 1970-an. Nama museumnya pun masih tetap sama: Kugong. Yang dalam bahasa Inggris disebut National Palace Museum.

Saya pun yakin ini: berjubelnya pengunjung museum itu lantaran kisah dramatiknya itu. Mirip di New York. Pengunjung museumnya meningkat. Setelah film sukses ‘Nigth at the Museum’. Saya pun ke sana karena film itu.