Golkar Kabupaten Sukabumi Dukung Airlangga Hartarto Maju jadi Calon pada Pilpres 2024

  • Whatsapp
Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi Budi Azhar bersama Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

SUKABUMI – Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto masuk tiga besar sebagai menteri dengan elektabilitas tertinggi dan dipercaya oleh masyarakat menjadi calon Presiden RI di tahun 2024 mendatang.

Selain Airlangga Hartarto, dua nama lainnya yang masuk survei tertinggi yang dirilis lembaga Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), yaitu Sandiaga Salahudin Uno dan Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

Masuknya Airlangga Hartarto diperingkat tiga disambut baik kader dan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi. Mereka berharap Ketua Umum Partai Golkar tersebut bisa maju di Pilpres 2024.

“Tentunya, semua kader dan pengurus berharap ada dari Partai Golkar, yang maju untuk mencalonkan di Pilpres 2024 yang akan datang,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar kepada Radar Sukabumi.

Menurut Budi, hari ini salah satu yang paling berpotensi dan mumpuni Airlangga Hartarto. Namun belum diputuskan oleh organisasasi, tetapi harapan kader mendukung Airlangga.

“Kader dan pengurus mendukung pak Airlangga maju di Pilpres 2024, tetapi tadi belum diputuskan secara organisasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Maman Abdurahman mengatakan, faktor pandemik COVID-19 memengaruhi penilaian publik terhadap pemilihan figur yang akan menjadi calon pemimpin di masa depan.

Oleh karena itu, menurut Maman publik akan melihat siapa yang benar-benar serius dan mengatasi pandemik COVID-19 serta upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan.

Ia mengatakan hingga saat ini Airlangga Hartarto masih fokus dalam penanganan dan pengendalian COVID-19 serta pemulihan ekonomi Indonesia.

Partai Golkar, ujar dia, dari tingkat atas sampai paling bawah belum bergerak secara optimal. Hal itu dikarenakan masih melakukan konsolidasi internal di tubuh partai.

“Kami belum bergerak, ibarat-nya masih di gigi satu karena kita masih fokus konsolidasi internal partai,” ujarnya.

Menurut dia, seorang calon presiden tidak dapat hanya dilihat dari faktor elektabilitas dan popularitas saja. Namun, juga bagaimana rekam jejak dan kompetensi kemampuan untuk menyelesaikan persoalan bangsa. (cr1/t)

Pos terkait