Ketua PAN Kota Sukabumi: Koalisi Partai Golkar dan Demokrat Bukan Gangguan

Ketua DPD PAN Kota Sukabumi, Usman Maulana Yusuf
Ketua DPD PAN Kota Sukabumi, Usman Maulana Yusuf

SUKABUMI – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Sukabumi, Usman Maulana Yusuf menyebut munculnya koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar yang yang mengusung pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Mohamad Muraz – Andri Setiawan Hamami menganggap itu hanya hiburan.

Seperti diketahui, Partai Golkar merupakan bagian dari Koalisi Sukabumi Maju (Maju), termasuk PAN, PPP, NasDem, Gerindra, dan PDI P. Menurutnya, munculnya koalisi Golkar dan Demokrat PAN berpandangan bukan hal yang aneh dan itu biasa di kontestasi Pilkada akan selalu terjadi dinamika politik yang mengguncang partai koalisi.

Bacaan Lainnya

“Partai PAN hanya tersenyum itu bukan hal yang baru, itu sah sah saja selama memang para calon kandidat Walikota Wakil Walikota belum kita antarkan ke KPU. Kalau DPD PAN hanya menganggap itu tidak mengganggu (KSM) tapi hiburan,” ujar Usman belum lama ini.

Ia menegaskan, semakin hangat kontestasi Pilkada 2024 Kota Sukabumi, berarti semakin banyak orang yang memperhatikan Pilkada dan mencintai ikut andilnya. Di sisi lain, KSM akan segera melakukan deklarasi sebagai bentuk kesolidan koalisi.

“Usai rapat bersama koalisi (KSM) minggu depan kita akan deklarasi besar besaran, akan memperlihatkan partai koalisi solid,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar surat koalisi dua partai, yaitu Partai Demokrat dengan Partai Golkar dengan mengusung Ketua DPC Demokrat Kota Sukabumi Mohamad Muraz sebagai bacalon Walikota dan Andri Hamami sebagai bacalon Wakil Walikota Sukabumi.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Golkar, H Widagdo menegaskan, bahwa saat ini perjalanan masih panjang dan dinamis. Maka dari itu, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan DPP Partai Golkar.

“Prosesnya sangat panjang dan memang masih dinamis untuk Partai Golkar dan Demokrat masih menunggu keputusan dari masing masing DPP. Kami masih menunggu hasil survei dari DPP Golkar dan Demokrat juga masih menunggu surat rekomendasi dari DPP,” ujar H. Widagdo, Sabtu (22/06).

H. Widagdo menegaskan, sampai hari ini Partai Golkar tetap masih berada di Koalisi Indonesia Maju (KSM) dan tentunya sampai nanti menuju ke pendaftaran. “Jadi untuk itu sementara ini Golkar masih ada di KSM dan Koalisi Indonesia Maju masih tetap solid,” tegasnya. (ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *