Megawati Bakal jadi Calon Presiden 2024?

  • Whatsapp
Megawati Soekarno Putri

RADARSUKABUMI.com — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didorong agar maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 hanya wacana di luar partai. Berikut penjelasan kader PDIP Deddy Yevri Sitorus.

Menurut Deddy, tidak ada pembahasan masalah itu di internal partai hingga hari ini. Presiden kelima RI tersebut sangat komitmen terhadap yang namanya regenerasi kader partai.

Bacaan Lainnya

“Jadi, kalau ada yang nyalon-nyalonin Ibu Mega, yang kami tangkap wacana itu, tidak ada berkembang di partai,” kata politisi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus, Selasa (5/1/2021).

“Kita tahu, Ibu Mega itu komitmen pada regenerasi total,” lanjut anggota DPR itu menagaskan.

Fokus Megawati saat ini adalah menjaga alam bagi keberlangsungan lingkungan hidup di masa datang.

“Kita tahu Ibu itu pengen mendedikasikan dirinya untuk soal lingkungan hidup. Jadi agaknya sinyalemen Ibu Mega mau nyalon 2024 itu jauh panggang daripada api setahu saya,” ujar Deddy Sitorus.

Saat didesak lagi, apakah PDIP akan mencalonkan Megawati, Deddy Sitorus menyatakan nanti akan diputuskan partai. Dan siapa yang akan didorong adalah ranah ketua umum.

“Itu ranah menjadi keputusan pimpinan partai, dan terlalu jauhlah kalau kita mau ngebahas itu sekarang,” ucapnya.

“Menurut saya, apalagi ini masa pandemi, lalu wakutnya masih sangat panjang ya, kami enggak ada pikiran ke sana, ngomongin soal pilpres hari ini,” tambah Deddy Sitorus.

Saat ini, masih diterangkan Deddy Sitorus, partainya fokus pada upaya bagaimana mendukung pemerintahan Jokowi-Maruf supaya meninggalkan legacy yang baik untuk bangsa dan negara.

Berkembang wacana mencapreskan Megawati di pilpres mendatang.

Beberapa alasaanya, untuk menyelesaikan persaingan tokoh-tokoh muda di PDIP, seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, dan Gibran Rakabuming Raka.

Selanjutnya, dengan Megawati sebagai presiden, diyakini akan bisa menghilangkan stigma dan ketakutan petugas partai dikelilingi kekuatan partai politik lain di koalisi.

Adapaun alasan utama, PDI Perjuangan sebagai partai terbesar dan pemenang pemilu dua kali, harus bisa menempatkan orang terbaik sebagai capres.

(rmol/pojoksatu)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *