KPU Kabupaten Sukabumi Pastikan TPS Ramah Penyandang Disabilitas dan Mudah di Akses

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus ramah kaum disabilitas.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus ramah kaum disabilitas.

SUKABUMI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus ramah kaum disabilitas. Hal tersebut dikatakan Kasubag Teknis Penyelenggaraan Partisipasi dan Hubungan masyarakat KPU Kabupaten Sukabumi Rozalinda Erita seusai mengadakan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada 50 orang kaum disabilitas dari berbagai organisasi, pada Senin (11/12/2023).

“Saya tadi sampaikan sesuai dengan aturan KPU RI bahwa pemilih disabilitas akan diutamakan untuk bisa masuk ke TPS tanpa mengantri terlebih dahulu selain wanita hamil, “jelas Rozalinda Erita.

Bacaan Lainnya

Untuk saat ini KPU RI sudah menyedikan dua templet untuk Pemilihan Presiden dan DPD, sementara untuk Pileg masih belum dilakukan mengingat terlalu banyak calonnya.

Sementara untuk sistem pendampingan tentunya KPU sudah menyiapkan aturan, terutama bagi penyintas tuna netra (tidak bisa melihat). Pendampingan bisa dilakukan oleh keluarganya atau oleh KPPS.

“Tapi tadi kami diskusi untuk pendampingan dipercayakan kepada KPPS saja, jadi nanti KPPS harus bisa menuntun, “terangnya.

“Kalau untuk TPS mobile belum ada teknisnya, tapi biasanya di rumah sakit. Tapi teknisnya belum ada, “tambahnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa TPS harus mudah diakses oleh kursi roda dan para kaum disabiltas. Artinya, lokasi TPS harus benar-benar diperhatikan agar nyaman bagi para pemilih dari semua kalangan masyarakat.

“Kontur TPS jangan dibuat dilokasi yang tinggi, buat TPS itu senyaman mungkin, “terangnya.

Saat ditanya soal antisipasi cuaca yang extreme, dirinya menyarankan TPS mempergunakan fasilitas yang ada seperti gedung sekolah dan pemerintah. Namun, meski begitu dirinya tidak melarang jika akan membangun TPS diluar, tentunya dengan memperhatikan resiko hujan dan perhitungan suara hingga malam hari.

“Silahkan kebijakan dari KPPS sendiri, mau digedung atau diluar dan bikin sendiri. Terpenting harus penuh dengan perhitungan, jangan sampai pada saat hujan dan malam kondisinya gelap atau remang-remang, “tukasnya. (hnd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *