PENDIDIKAN

Wacana Dedi Mulyadi Masukkan Wamil ke Kurikulum SMA, Wamendikdasmen Angkat Bicara

×

Wacana Dedi Mulyadi Masukkan Wamil ke Kurikulum SMA, Wamendikdasmen Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menanggapi wacana Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk memasukkan kurikulum wajib militer (wamil) di sekolah menengah atas (SMA).-Annisa Zahro-
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menanggapi wacana Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk memasukkan kurikulum wajib militer (wamil) di sekolah menengah atas (SMA).-Annisa Zahro-

JAKARTA — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menanggapi wacana Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk memasukkan kurikulum wajib militer (wamil) di sekolah menengah atas (SMA).

Menurut Atip, wamil dapat menjadi sarana pendidikan kedisiplinan yang sangat penting bagi para siswa.

Bank bjb Tandamata

“Penanaman kedisiplinan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sudah diterapkan di sekolah dan saat ini mendapat penekanan dan penguatan dalam Asta Cita Presiden Prabowo,” ungkap Atip ketika dihubungi Disway.id, 24 Februari 2025.

“Demikian pula dengan wajib militar yang salah satu tujuannya adalah kedisiplinan,” tambahnya.

Namun begitu, ia menekankan pentingnya pengkajian mendalam dan komprehensif untuk bisa memasukkan wamil sebagai bagian dari kurikulum SMA. “Namun, apakah wajib militer harus dimasukkan ke kurikulum SMA, perlu dikaji secara mendalam dan komprehensif,” tuturnya.