Dirinya tidak memungkiri, jika persaingan memasuki dunia perkuliahan begitu ketat. Apalagi membeludaknya jumlah peserta SBMPTN, membuat pelajar SMA harus cermat dalam memilih perguruan tinggi. Untuk itu, melalui Try Out (TO), bisa menjadi batu loncatan bagi pelajar agar lebih matang menyiapkan SBMPTN.
“Sekarang semangat aja gak cukup, harus punya strategi yang tepat. Karena kalau usaha aja tapi gak pinter stategi, ya peluangnya semakin tipis. Semoga melalui TO bisa makin mantap SBMPTN-nya,” Kata Rizan.
Sementara itu, Perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi Ateng Trisnadi menuturkan, potensi emas SDM dari Kabupaten Sukabumi hanya bisa tersalurkan melalui pendidikan. “Pendidikan itu kuncinya biar potensi kita (pelajar,red) bisa ke permukaan,” kata Ateng.
Menurutnya, pendidikan juga dapat memberdayakan masyarakat pribumi agar mampu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) secara mandiri. Makmurnya SDA ditekankan Ateng, harus dirasakan manfaatnya oleh msayatakat sendiri, bukan pendatang.
“Kultur pendidikan masyarakat Kabupaten Sukabumi lebih baik, pelajarnya lebih bisa bersaing dibanding pelajar dari daerah lain. Kalau masyarakat kita sudah berpendidikan, insya Allah tidak akan jadi jongos di daerah sendiri,” ucapnya.
Di sisi lain, Peserta UGS 2019 Arini Sukmawati menyambut baik acara tersebut. Ia yang mulanya masih ragu mengenai jurusan dan universitas, kini sudah mantap berkat penjelasan dari Musi.




