Fenty mengapresiasi kerja keras mahasiswa yang berlatih intensif hingga mampu menampilkan pertunjukan memikat. “Pengalaman ini membentuk mental, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama,” katanya.
Melalui teater “Pasini”, Program Studi Sastra Inggris UMMI menunjukkan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak harus menghilangkan identitas budaya lokal. Sebaliknya, nilai-nilai Sunda justru dapat menjadi kekuatan yang dikenalkan kepada dunia melalui karya sastra dan seni pertunjukan.(den/d)







