SMPN 2 Gegerbitung Sukabumi Belajar di Gunung Gombong, Gencarkan Konsep Belajar AS2BK

SMPN 2 Gegerbitung Sukabumi
Sejumlah siswa SMPN 2 Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, saat foto bersama usai pembelajaran lingkungan di Gunung Gombong. (ist)

SUKABUMI – SMP Negeri (SMPN) 2 Gegerbitung, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi yang terletak di pelosok dekat perbatasan Kabupaten Cianjur telah menerapkan konsep Alam Sekitar Sumber Belajar Kita (AS2BK) dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Konsep ini, dimaksudkan untuk memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber pendidikan bagi siswa.

Kepala SMPN 2 Gegerbitung, R. Herawati kepada Radar Sukabumi mengatakan bahwa sekolah yang tengah dipimpinnya tersebut, terletak di lingkungan pegunungan, yang sering kali mempengaruhi anak-anak untuk mengenal wilayah lain.

Bacaan Lainnya

Namun, dengan Kurikulum Merdeka yang diterapkan, sekolah ini memilih untuk memperkenalkan lingkungan setempat sebelum melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang lebih jauh.

“AS2BK merupakan bagian dari proses KBM kami, di mana kami memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar,” kata R. Herawati kepada Radar Sukabumi pada Kamis (23/11).

Untuk meningkatkan literasi budaya pada program AS2BK ini, sekolah tersebut juga telah memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar.

Diantaranya, membawa anak-anak ke Gunung Gombong, Kecamatan Gegerbitung. Terlebih lagi, pemerintah saat ini tengah menggencarkan program P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

“Di gunung itu, anak-anak bisa belajar tentang kearifan lokal. Di sana juga terdapat situs budaya, yaitu maqam Syech Auli Mansyur yang dikenal sebagai orang saleh dan banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah,” paparnya.

Sekolah ini memiliki sekitar 180 siswa dan dengan penerapan proses KBM ini diharapkan siswa dapat mengenal lingkungan sekitar mereka dengan baik, termasuk mengetahui kelemahan dan kekurangannya.

Contohnya, wilayah Kecamatan Gegerbitung memiliki struktur tanah yang rentan terhadap retakan tanah, sehingga dapat menjadi sumber mata pelajaran geografi atau IPS.

Selain itu, kunjungan ke Gunung Gombong membuka peluang bagi siswa untuk mempelajari biologi, habitat dan keanekaragaman tumbuhan. Bahkan di Gunung Gombong masih terdapat populasi hewan jenis owa.

“Jadi anak-anak bisa belajar IPA dan berbagai pengetahuan termasuk pelestarian lingkungan. Nah, kegiatan ini merupakan usaha sekolah dalam penguatan profil Pelajar Pancasila,” timpalnya.

Selain itu, melalui kegiatan ini, siswa juga dapat belajar tentang pelestarian lingkungan, kearifan lokal, dan topik lainnya. Dengan membawa anak-anak ke satu tempat, mereka dapat memperoleh pengetahuan yang beragam.

“Program P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kami terintegrasi dengan beberapa mata pelajaran. Sehingga saat kunjungan ke Gunung Gombong, siswa dapat belajar tentang IPA, IPS, dan mata pelajaran lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep belajar memanfaatkan alam ini, sudah dipresentasikan di depan BBPMP Provinsi Jawa Barat saat ada kegiatan kalibrasi dan sekolah tersebut terpilih sebagai tuan rumah yang berlangsung selama empat hari pada bebarapa waktu lalu.

“Dengan menerapkan konsep AS2BK, kami berharap siswa ini dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang lingkungan sekitar dan menghargai keanekaragaman hayati serta kearifan lokal,” pungkasnya. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *