Prodi Agribisnis Ummi Lokakarya Kurikulum MBKM

  • Whatsapp
Para peserta mengikuti Lokakarya Kurikulum MBKM yang diselenggarakan Prodi Agribisnis Ummi, Kamis (24/9).

SUKABUMI – Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi.

Sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020, memberikan hak kepada mahasiswa untuk tiga semester belajar di luar program studinya. Melalui program ini, terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-citanya.

Bacaan Lainnya

Melihat hal itu, Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sukabumi (Ummi) dengan visinya untuk menjadi prodi yang unggul di bidang agribisnis serta menghasilkan lulusan yang mandiri dan Islami pada 2022, merespon kebijakan ini dengan segera melaksanakan reorientasi kurikulum.

Pada kurikulum ini prodi agribisnis dapat memfasilitasi hak mahasiswa untuk dapat secara sukarela mengambil atau tidak mengambil tiga semester belajar di luar program studinya. Fasilitas tersebut di dalam kurikulum ini disediakan di semester 5, 6 dan 7.

Untuk memantapkan kurikukulum yang disusun dan agar sesuai dengan kebutuhan pasar, maka dalam peninjauan dan penyusunan kurikulum MBKM ini, pihaknya menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum MBKM, Kamis (24/9).

Prodi Agribisnis secara khusus mengundang narasumber ahli kurikulum dari Universutas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dinn Wahyudin yang membimbing, memberikan masukan dan koreksi terhadap kurikulum yang disusun.

Ketua Panitia Pengembangan Kurikulum MBKM Prodi Agribisnis Ummi, Reny Sukmawani menuturkan, lokakarya ini sekaligus memperingati Hari Tani Nasional. Selain tatap muka, juga disiarkan daring dan diikuti sekitar 30 peserta dari mahasiswa, alumni, dosen dan tenaga kependidikan.

Dikatakannya, Lokakarya Kurikulum MBKM ini berhasil menghimpun berbagai masukan dan saran untuk perbaikan kurikulum prodi agribisnis terkait beberapa aspek.

Saran dan masukan tersebut diantaranya terkait kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa, perbaikan beberapa bahan kajian pada mata kuliah, saran untuk memastikan lulusan mampu mandiri menjadi enterpreuneur, dan saran untuk perbaikan penyelenggaraan perkuliahan, saran juga disampaikan untuk secara khusus mengadakan mata kuliah terkait dengan pengembangan pangan lokal dan kegiatan tematik.

“Semua masukan dan saran tersebut dibahas dan ditampung sebagai bahan penyempurnaan dokumen kurikulum Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Ummi. Dalam implementasinya, untuk penyelenggaraan pembelajaran MBKM ini prodi agribisnis akan melaksanakan secara bertahap,”tuturnya kepada Radar Sukabumi.

Dari delapan bentuk pembelajaran MBKM, yang segera dilaksanakan adalah kegiatan pertukaran pelajar dan magang. Pertukaran pelajar pada prodi yang berbeda dalam perguruan tinggi yang sama prodi agribisnis bermitra dengan prodi akuntansi, administrasi bisnis dan teknik informatika.

Sedangkan mitra kerjasama kegiatan pertukaran pelajar dengan prodi yang sama/berbeda di luar perguruan tinggi akan dilaksanakan dengan Fakultas Pertanian Unpad Kemudian untuk kegiatan magang kerjasama akan dilaksanakan denga perusahaan pertanian Puspa Agro Sukabumi.

Reni menambahkan, selain menghadirkan narasumber ahli kurikulum, pihaknya juga menghadirkan mitra, user dan stakeholder Prodi Agribisnis dari berbagai unsur. Diantaranya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Ketua Program Studi Agribisnis Faster Universitas Cianjur, OISCA Internasional (Organization for Industrial and Cultural Advancement), Puspa Agro Sukabumi serta dari kalangan Penyuluh pertanian.

“Unsur lain yang terlibat untuk memberikan masukan dan saran dalam lokakarya kurikulum MBKM ini selain Dosen juga dari mahasiswa, alumni dan tenaga kependidikan,” pungkasnya. (wdy)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *