PPDB Tahap 1, Puluhan CPD SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung Diskualifikasi, Kepala Cadisdik VII: Bisa Daftar Tahap 2

Ilustrasi PPDB
Ilustrasi PPDB

BANDUNG – Puluhan siswa atau Calon Peserta Didik (CPD) yang mendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat (Jabar) tahun 2024 tahap 1 di SMAN 5 dan SMAN 3 Kota Bandung, didiskualifikasi alias tidak diterima.

Sebagaimana informasi yang diperoleh, puluhan siswa tersebut terdapat 6 CPD di SMAN 5 dan 25 CPD di SMAN 3 Kota Bandung. Kedua SMAN yang dikenal sekolah ‘favorit’ ini membatalkan status para siwa tersebut, yang sebelumnya diterima dan akhirnya menjadi tidak diterima.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) wilayah VII, Ai Nurhasan. Dalam keterangannya kepada Radar Sukabumi, melalui telepon selulernya, pada Senin (24/6/2024).

Ia mengatakan bahwa para CPD tersebut didiskualifikas berdasarkan laporan dari masyarakat melalui kanal pengaduan PPDB Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar dan sekolah tentang dugaan domisili tidak sesuai alamat dalam Kartu Keluarga (KK).

Selanjutnya, kata dia, tim pelaksana PPDB di sekolah (SMAN 5 dan SMAN 3) langsung melakukan verifikasi kelapangan pada 22 Juni 2024. “Tujuannya, membuktikan kebenaran domisili para CPD atau orang tua/wali siswa sebagaimana yang dilaporkan,” ujarnya.

“Hasil verifikasi lapangan ditemukan domisli atau alamat yang sesuai KK. Namun para CPD tersebut masih memungkinkan untuk ikut/bisa daftar PPDB tahap 2 (non-zanosi),” ungkap Ai menambahkan, Senin (24/6/2024).

Sementara itu, melansir laman Disdik Jabar, dijelaskan bahwa hal tersebut melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar, Nomor 9 tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis PPDB, SMA, SMK dan SLB.

Sebagaimana disebutkan dalam Pergub tersebut dan dipertegas dengan Surat Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditanda tangan orang tua CPD serta surat Ombudsman Nomor T/237/LM.21-12/VI/2024 tanggal 13 Juni 2024 perihal temuan dan saran penyelenggaraan PPDB Tahap 1.

Maka berdasarkan hasil rapat dewan guru memutuskan, bahwa status “diterima” para CPD dimaksud dinyatakan didiskualifikasi atau menjadi “tidak diterima”.

Rapat Pleno pun telah dilakukan oleh dewan guru dan Kepala SMAN 5 dan SMAN 3, pada 23 Juni 2024 kemarin. Dan, akan dikeluarkan dari Data PPDB jalur zonasi.

Seperti diinformasikan bahwa, terkait pemberitahuan perubahan status menjadi “tidak diterima” akan dimuat dalam akun setiap CPD tersebut pada Senin 24 Juni 2024. Adapun kuota dampak perubahan status CPD dilimpahkan ke-jalur prestasi rapor PPDB ahap 2. (Ron/Rry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *