Dalam kesempatan yang sama, Abdul Roni Angkat selaku Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, memaparkan bahwa dalam menghadapi pertanian di masa depan, ada 5 program Kementerian Pertanian yang dapat mendukung smart agriculture.
Diantaranya Program tentang ketersediaan, akses, dan konsumsi makanan berkualitas, Program tentang penambahan nilai dan daya saing industri, Program Penelitian dan Inovasi Sains dan Teknologi, Program tentang Pendidikan dan Sekolah Kejuruan, serta Program Dukungan Manajemen.
Roni menambahkan alasan mengapa smart farming sangat diperlukan, karena adanya Perubahan iklim dan dinamika lingkungan sehingga tidak memungkinkan lagi Bertani secara manual bergantung pada alam karena akan mengganggu produksi masa tanam dan hasil tani. Selain itu, Sumber Daya Alam Terbatas, modal dan pengetahuan milenial yang berkembang juga turut mengambil peran.
Selain akademisi dan pegawai Kementerian Pertanian, Prastyo Ruandhito selaku CEO dan Co-Founder BroilerX juga mencuri antusias peserta seminar. Prastyo menegaskan bahwa Pemanfaatan aplikasi digital dan Internet of Things di Pertanian Transformasi digital penting untuk dapat memajukan industri dan menjadi lebih transparan
Selain seminar talkshow, acara ini diramaikan juga oleh presentasi oral dari 46 orang pemakalah yang telah mengumpulkan hasil karyanya Dimana pemanggilan peserta sudah dilakukan sejak 2 bulan sebelumnya. Adapun cakupan topik untuk paper yang dikompetisikan meliputi Agroteknologi, Sosial Ekonomi Pertanian, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Teknik Pertanian dan Biosistem, serta Penyuluhan dan Pemberdayaan. (wsd)






