Kedua, terkait nasib guru honorer. Nasib guru honorer masih menjadi permasalahan klasik di negeri ini. PGRI mengklaim, tahu persis bagaimana derita guru honorer di berbagai daerah.”Guru honorer adalah penyangga pendidikan, namun nasibnya masih jauh dari membaik,”ulasnya.
Menurutnya, masalah guru honorer adalah masalah sangat pelik. Ia pun berharap pemerintah memberikan sebuah keistimewaan pada para guru honorer yang sudah lama mengabdi.
“PNS kan mereka yang sudah lama mengabdi dan memenuhi kriteria, kesejahteraan guru terhubung dengan TPG dan pengangkatan honorer menjadi PNS atau setidaknya PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja),”terang Dudung.
Bagi dia, TPG adalah hak guru yang tidak boleh diganggu gugat atau dipolitisir. Guru perlu memiliki ketenangan dalam bekerja, karena finansialnya baik.
Pernyataan Jokowi akan mengawal dan pasang badan untuk TPG adalah baik. Itu yang menurut Dudung akan dikawal semua guru di Indonesia. Selain mengapresiasi pernyataan Jokowi, dirinya sempat memperlihatkan buku karyanya kepada Presiden.
Ia ingin menunjukan bahwa guru tidak hanya mendidik dan mengajar, namun juga berkarya. Lanjut ia menambahkan, bahwa ribuan anggota PGRI adalah penulis buku. Dalam kesempatan itu pula, ia memberikan hadiah berupa buku tentang guru.



