Dalam pelaksanaan SPMB, SMKN 1 Cibadak juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa komputer yang dapat digunakan oleh calon peserta didik yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran secara daring. Namun secara umum, sistem yang digunakan dirancang agar calon murid dapat melakukan pendaftaran secara mandiri dari rumah.
“Fasilitas yang kami sediakan berupa komputer untuk membantu siswa yang mengalami kendala saat mendaftar. Tetapi bagi yang bisa mengakses sendiri, tidak perlu datang ke sekolah karena aplikasi memang dirancang untuk swakarya,” tutur Iwan.
Selain fokus pada prestasi akademik, SMKN 1 Cibadak juga terus memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didiknya. Menurut Iwan, konsep pendidikan karakter yang diterapkan berorientasi pada pengembangan potensi siswa agar mampu tumbuh secara optimal.
Ia menilai karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Kami menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang berjalan seiring dengan pembiasaan karakter Panca Waluya. Tujuannya agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan SPMB tahun ini, Iwan menegaskan tidak terdapat kendala berarti yang berasal dari sumber daya manusia (SDM) sekolah. Namun demikian, sejumlah hambatan masih ditemukan pada sistem aplikasi pendaftaran yang dinilai belum sepenuhnya sempurna.
“Selama pelaksanaan SPMB relatif tidak ada kendala yang disebabkan oleh SDM sekolah. Kendala lebih banyak berasal dari sistem aplikasi yang terkadang membuat pendaftar harus lebih sabar dalam menyelesaikan proses pendaftaran,” katanya.
Meski demikian, berbagai kesulitan yang dialami calon murid dapat diatasi berkat kerja keras para operator sekolah yang terus memberikan pendampingan hingga proses pendaftaran selesai.
“Berkat kegigihan operator kami, seluruh siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran dapat dibantu sampai tuntas,” tambahnya.
Iwan juga mengungkapkan bahwa para pendaftar berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Dari arah barat, terdapat pendaftar yang berasal dari Kecamatan Cicurug. Sementara dari wilayah utara banyak pendaftar berasal dari Kecamatan Cikembar.
Untuk wilayah selatan, mayoritas pendaftar berasal dari Kecamatan Nagrak dan sekitarnya, sedangkan dari wilayah timur terdapat pendaftar yang berasal dari Kecamatan Sukalarang.
“Sebaran pendaftar cukup luas dari berbagai kecamatan. Untuk data pendaftar yang paling jauh masih terus kami konfirmasi. Sebenarnya ada pendaftar dari Purwakarta, tetapi yang bersangkutan akhirnya mengundurkan diri,” pungkasnya.(wdy)





