Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi IPB Arief Daryanto mengatakan, pemeliharaan ayam dengan sistem Closed House berjalan dengan sukses dengan kinerja sanat baik. Bahkan, kata dia, tingkat kematian (mortalitas) hanya 1,8 % persen.
Peternakan dengan sistem Closed House tersebut, jelas Arief, dinilai baik untuk dipraktikkan. Selain bernilai ekonomi juga menjadi wadah pembelajaraan bagi mahasiswa yang melakukan praktik lapang dan riset peternakan ayam.
“Kandang ini bagus sekali. Bila IPB University punya kandang seperti ini tidak hanya di Sukabumi dan lebih dari satu, kita bisa produksi ayam puluhan ribu per bulan, dan masyarakat, mahasiswa serta alumni kita bisa belajar dan bekerja di sini. Ini menjadi tempat untuk menjalankan Tridharma perguruan tinggi,” paparnya.
Diketahui, peternakan ayam sistem tertutup tersebut mulai diresmikan Rektor IPB pada Sabtu 13 Maret lalu. Closed House tersebut merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang dibangun dari dana hibah Pemerintah Provinsi Jabar dilengkapi dengan teknologi pengaturan suhu dan kelembanan udara. Sehingga proses pemeliharaan dan pengelolaannya berlangsung sangat efisien. Fasilitas modern lainnya yang falam proses penyelesaian adalah Green House, yg akan mulai dioperasikan sekitar Juni 2020.(*/hnd)




