PENDIDIKAN

Mengenal Siswa SMAN 3 Sukabumi Pembawa Baki Bendera Merah-Putih Pada HUT Ke-79 RI

×

Mengenal Siswa SMAN 3 Sukabumi Pembawa Baki Bendera Merah-Putih Pada HUT Ke-79 RI

Sebarkan artikel ini
siswa SMAN 3 Sukabumi Pembawa Baki Bendera Merah-Putih
Jivita siswa SMAN 3 Sukabumi saat membawakan bendera merah putih kepada Pj Walikota Sukabumi saat uacara HUT RI ke-79 di Kota Sukabumi.

Jovita Jilantika Cramer: Dari Tantangan Hingga Prestasi, Mengharumkan Nama Sukabumi di Peringatan Hari Kemerdekaan

Di tengah kemeriahan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, nama Jovita Jilantika Cramer, siswa SMAN 3 Sukabumi, mencuri perhatian sebagai salah satu calon Paskibraka yang membanggakan Kota Sukabumi. Dengan semangat dan tekad yang menginspirasi, Jovita berhasil meraih posisi sebagai pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera di tingkat kota.

Widi Fitria — Sukabumi

Bank bjb Tandamata

Jovita memulai perjalanan ini dengan mengikuti seleksi Paskibraka di tingkat sekolah. Meskipun dia bukan anggota Paskibra dan tidak memiliki pengalaman sebelumnya, keberanian Jovita untuk mencoba membuahkan hasil.

“Awalnya saya tidak yakin bisa lolos karena saya bukan anggota Paskibra dan belum punya pengalaman. Namun, saya tetap mencoba dan bersyukur bisa diterima untuk melanjutkan ke seleksi tingkat kota,” ungkap Jovita.

Seleksi di tingkat kota terdiri dari tiga tahap yaitu tes kesehatan, tes fisik dan wawancara, serta tes wawasan dan kebangsaan. Jovita menjalani ketiga tahap tersebut dengan penuh dedikasi dan akhirnya lolos sebagai calon Paskibraka.

“Setelah lolos seleksi, semua calon Paskibraka putri memiliki kesempatan untuk mencoba menjadi pembawa baki. Saya merasa terpilih adalah sebuah kehormatan, meskipun pada awalnya saya merasa tidak yakin dengan kemampuan saya,” lanjutnya.

Menjadi pembawa baki merupakan tantangan besar. Setiap calon Paskibraka harus belajar menjaga keseimbangan baki yang di atasnya diletakkan batu, sembari menstabilkan tempo gerakan.

“Latihan ini sangat menantang. Ada kemungkinan posisi bisa berubah hingga H-1 pelaksanaan jika ada kesalahan. Namun, dengan tekad dan niat yang kuat, saya berusaha meyakinkan semua pelatih dan pamong bahwa saya mampu menjalankan tugas ini,” ujar Jovita.

Jovita menjalani latihan dari tanggal 1 Agustus hingga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus. Pengalaman ini menjadi momen yang sangat berarti bagi Jovita. “Saya tidak memiliki dasar PBB sebelumnya, tapi saya belajar dan berlatih keras.

Bisa menjadi pembawa baki adalah kebanggaan tersendiri bagi saya. Saya tidak merasa menyesal mengikuti Paskibraka, karena banyak manfaat yang saya peroleh,” tambahnya dengan semangat.

Di luar Paskibraka, Jovita adalah siswa yang aktif dalam berbagai kegiatan. Ia merupakan salah satu atlet taekwondo Kota Sukabumi dan juga terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka. “Saya suka tantangan dan hal-hal baru. Menjadi anggota Paskibraka adalah pengalaman sekali seumur hidup yang tidak akan pernah terulang lagi,” ungkap Jovita.

Kedepannya, Jovita berharap bisa terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan mencapai nilai akademis yang tinggi. Dia juga berencana mengikuti diklat susulan di sekolahnya untuk terus meningkatkan keterampilannya.

Jovita Jilantika Cramer lahir di Sukabumi pada 6 Juni 2008, dan saat ini duduk di kelas 2 SMA. Putri dari Adi Febry Cramer dan Irma Susilawati ini adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dengan prestasi dan dedikasinya, Jovita menjadi contoh inspiratif bagi teman-teman dan komunitasnya, membuktikan bahwa dengan usaha dan tekad, batasan hanya ada dalam pikiran kita sendiri. (*)